Rebut Senjata Api Polisi, Kawanan Curanmor di Sako Diterjang Timah Panas

Ketiga tersangka (mengenakan baju tahan) saat diamankan di Polda Sumsel. (Foto-foto/Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Aparat kepolisian Unit IV Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel menangkap tiga tersangka yang merupakan kawanan pencurian sepeda motor (Curanmor), yang melakukan aksinya di Jalan Siaran Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang.

Ketiga tersangka tersebut yakni; tersangka Amri Saputra alias Aam (27) warga Talang Jambi Palembang, M Wahyu Saputra (29) warga Jalan DI Panjaitan Lorong Aman Palembang dan tersangka Arsyik Wijaya (37), warga Komplek Vila Sukamaju Residen Jalan Gotong Royong 2 Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang.

Untuk tersangka Amri Saputra alias Aam dan Wahyu Saputra harus merasakan terjangan timah panas petugas di masing-masing kaki tersangka. Pasalnya, saat ditangkap keduanya melakukan perlawanan dengan cara merebut senjata api milik anggota polisi yang melakukan penangkapan.

Kanit IV Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Zainury, Jumat (15/12/2017) mengatakan, ketiga tersangka telah melakukan pencurian sepeda motor 18 November 2017 lalu di kawasan Sako Palembang. Mereka ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan dari rekaman CCTV yang berada di sekitaran lokasi kejadian.

Baca Juga :   Driver Taksi Online Ditemukan Tewas dengan Leher Terikat Tali Kawat

“Bahkan dari penangkapan yang dilakukan, anggota terpaksa memberikan tindakan tegas kepada tersangka Amri Saputra alias Aam dan Wahyu Saputra. Hal ini dilakukan karena saat dilakukan penangkapan, keduanya melawan dan merebut senjata api milik anggota. Namun dengan kesigapan anggota di lapangan, aksi kedua tersangka gagal hingga keduanya berhasil dibekuk,” ujarnya.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan kepada para tersangka diketahui jika salah satu tersangka yakni, Arsyik Wijaya
pernah ditahan di Malaysia dalam kasus pecah kaca.

“Jadi tersangka Arsyik Wijaya ini merupakan ‘duta’ di Malaysia. Sementara satu tersangka lainnya yakni Wahyu Saputra merupakan residivis kasus Curanmor yang baru satu bulan keluar dari penjara,” jelasnya.

Lanjut Zainury, kini ketiga tersangka sudah diamankan di Mapolda Sumsel guna dilakukan proses hukum dan pengembangan.

Kanit IV Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Zainury saat menunjukan barang bukti kunci T.

“Dalam kasus ini ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP, yang ancaman hukumannya diatas 5 tahun kurungan penjara,” tandasnya.

Baca Juga :   Palembang Tak Terurus, Pemkot Sibuk 'Bongkar Pasang' Pejabat

Sementara salah satu tersangka yakni Arsyik Wijaya mengatakan, jika baru kali ini dirinya ikut melakukan pencurian sepeda motor. Adapun perannya saat melancarkan aksi yakni mengamati situasi di sekitaran lokasi pencurian.

“Memang dulu saya pernah di penjara di Malaysia karena tertangkap polisi disana saat melakukan pecah kaca. Saya ke Malaysia menjadi ‘duta’ karena ikut-ikutan teman. Tapi itu sudah lama tahun 2001 lalu,” katanya.

Diungkapkannya, sedangkan untuk aksi pencurian sepeda motor di kawasan Sako, dirinya mendapat bagian uang Rp 750 ribu.

“Wahyu Saputra yang jual sepeda motor korban. Motor itu dijual ke kawasan Jalur Banyuasin, tidak tahu berapa dijualnya, sebab saya hanya dapat bagian uang saja,” ungkapnya.

Sedangkan tersangka Wahyu Saputra enggan berkomentar kepada sejumlah wartawan saat disinggung terkait penjualan sepeda motor hasil dari pencurian tersebut.

“Dijual ke Jalur, saya juga hanya dapat bagian Rp 700 ribu,” katanya singkat (ded)

Iklan Polres Lahat

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Pembunuh Bayi di Barito Utara Seorang Bidan

Muara Teweh, KoranSN Kepolisian Resor Barito Utara, Kalimantan Tengah, menangkap pelaku yang membuang sekaligus membunuh …