Rekonstruksi Pembunuhan Tasir dan Keluarga Digelar Polres Banyuasin





Rekonstruksi
Rekonstruksi kelima tersangka kasus pembunuhan Tasir dan keluarga di Mapolres Banyuasin. (Foto-Siryanto/Koransn)

Banyuasin, koranSN
Rekonstruksi kasus pembunuhan Tasir (68) dan keluarga, yang dilakukan oleh kelompok Agus Mubarok di Jalur 17 Desa Tirta Kencana Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin Sumsel, Selasa (31/05/2016) digelar oleh Satreskrim Polres Banyuasin di ruang Satreskrim Mapolres Banyuasin.

Sebanyak 95 adegan yang diperagakan oleh lima tersangka dalam rekonstruksi tersebut, mulai dari awal perencanaan hendak melakukan pembunuhan para korban sampai korban dibuang ke sungai.

Diketahui kelima tersangka tersebut yakni; Agus Mubarok, Nendi Muklyana, Purwanto, Abdul Kohar dan Uuk. Kini kelimanya telah diamankan di Polres Banyuasin untuk dilakukan proses hukum selanjutnya.

Dilaksanakannya rekonstruksi di Mapolres Banyuasin dengan alasan untuk menghindari dari ketidak senangan warga atas kelakuan para tersangka. Setelah dilakukan rekonstruksi, kelima tersangka akan diserahkan ke pengadilan untuk dilakukan persaidangan. Penyerahan kelima tersangka ini ke pengadilan diperkirakan dalam beberapa minggu kedepan.

Dalam memerankan adegan rekonstruksi kelima tersangka tampak memerankan adegannya tanpa ada rasa canggung didepan petugas.

“Pada hari ini kita melakukan rekonstruksi pembunuhan keluarga Tasir yang dilakukan oleh lima tersangka dengan didalangi oleh Agus Mubarok, rekonstruksi sengaja kita lakukan di Mapolres Banyuasin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan”Jelas Kapolres Banyuasin AKBP Prasetyo RP Sik SH MH melalui Kasatreskrim Polres Banyuasin AKP Agus Sunandar Sik.

Ditambahkannya, setelah dilakukannya rekonstruksi pihaknya akan menyerahkan kelima tersangka ke pengadilan untuk dilakukan persidangan.

Baca Juga :   8 Rumah di Kenten Laut Habis Terbakar

“Kemungkinan beberapa minggu ini, kelima tersangka akan segera kita serahkan ke pengadilan untuk dilakukan persidangan, Untuk tersangka yang dibawah umur maka hukumannya akan dipotong sepertiga dari hukuman mati,” ujarnya.

Sementara itu, Zainal Arifin Z SH, pendamping hukum dari lima tersangka mengatakan, jika pihaknya akan mengawal para tersangka sampai ke pengadilan dan akan mengikuti semua prosedur sesuai dengan aturan yang ada.

“Karena kita menganut azas praduga tak bersalah maka kami sebagai pengacara akan mendampingi para tersangka, sesuai dengan penunjukan Polres kepada saya sebagai pendamping kelima tersangka,” ucapnya.

Masih kata dia, upaya hukum yang akan ditempu dalam meringankan hukuman tersangka akan dilakukannya.

“Kita akan lihat keputusan hakim, setelah kita simak maka kita akan lakukan upaya-upaya hukum agar hukuman mereka bisa diringankan, terutama untuk tersangka dibawah umur, kalau anak-anak dibawah umur, hukumannya itu separuh dari hukuman mati” pungkasnya.

Diketahui dalam kasus pembunuhan sadis ini selain membunuh korban Tasir, kelima tersangka juga membunuh empat korban lainnya yakni; Ropiah (60) isteri Tasir, Kartini (37) anak dari Tasir, serta Winarti (14) dan Ariam (6) yang taklain cucu Tasir.

kasus pembunuhan ini terungkap berawal dari temuan dua jasad terdiri dari; laki-laki dan perempuan, Jumat (13/5), pukul 11.30 WIB. Ketika ditemukan masing-masing jasad dalam kondisi terikat di dalam karung lalu hanyut di kawasan perairan Jalur 14 Banyuasin. Usai dievakuasi dan dilakukan otopsi diketahui kedua korban diduga Tasir dan Kartini.

Baca Juga :   12 Pemain Futsal Lolos Seleksi Awal Tim MU

Kemudian, pada Sabtu siang (14/5), jasad seorang perempuan berusia sekitar 14 tahun kembali ditemuan tewas mengapung di kawasan perairan Jalur 17 Banyuasin. Saat ditemukan jasad perempuan ini tidak berada di dalam karung melainkan hanyut mengampung terbawa arus air. Bahkan saat ditemukan kaki dan tangan kanan korban hilang (putus) dari tubuhnya. Setelah dievakuasi dan diotopsi diduga korban bernama Winarti yang taklain merupakan anak dari Kartini dan cucu dari Tasir.

Lalu, pada Minggu siang (15/5), seorang jasad anak perempuan kembali ditemukan di kawasan perairan Jalur 14 Banyuasin. Pertama ditemukan jasad anak perempuan ini terbungkus dalam karung kecil dan hanyut di perairan sungai. Diduga korban adalah Ariam bocah enam tahun cucu dari Tasir.

Selain itu, Senin siang (16/5), polisi bersama warga kembali mendapati sesosok jasad tergeletak di pinggir sungai di kawasan perairan Jalur 16 Bayuasin. Usai ditemukan dan dievakuasi korban diduga isteri Tasir yakni, Ropiah (60).

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, akhirnya para tersangka berhasil diringkus. (sir)





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kasus Penimbunan dan Niaga BBM Tanpa Izin di Lahat

Lahat, KoranSN Satgasres Ops Ilegal Driling Musi 2022 Polres Lahat mengamankan sejumlah barang bukti, Dugaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!