Rerimbunan Rumput & Sampah Eceng Gondok di Sungai 2 Ulu Dikeluhkan Warga



Sampah eceng gondok dan rerimbunan rumput di aliran sungai. (Foto-Deni/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Masyarakat yang tinggal di aliran anak Sungai Musi di Jalan KH Faqih Usman RT 20 Kelurahan 2 Ulu Laut Kecamatan SU I Palembang mengeluhkan banyak rerimbunan rumput liar dan sampah-sampah bekas eceng gondok yang menumpuk dialiran sungai.

Kondisi semacam ini, selain membuat aliran sungai tidak berfungsi sebagai mana mestinya karena terhambat sampah yang menumpuk serta rerimbunan rumput di sungai ditakutkan warga bisa menjadi sarang hewan melata yang bisa membahayakan warga disekitaran sungai.

Sebagian besar sampah yang kebanyakan bekas eceng gondok ini menumpuk bercampur ilalang dan rerumputan liar lainnya hingga menutup aliran air.

“Kondisi kesemerawutan aliran sungai akibat sampah kami takutkan bisa menjadi sarang hewan melata seperti buaya atau sejenisnya. Sekarang ini banyak hewan seperti biawak, tikus bahkan pernah ada ular yang muncul. Disini banyak anak kecil, jadi itu yang kami khawatirkan, belum lagi bau sampah yang menyengat sehingga ditakutkan mengganggu kesehatan,” terang Torik warga yang tinggal disekitaran sungai.

Pantauan, Senin kemarin oleh Suara Nusantara (5/11/2018) di aliran anak Sungai Musi di Jalan KH Faqih Usman nampak jelas, lokasi sungai dipadati dengan rerimbunan rumput liar yang menjadi aliran sungai tidak berfungsi meski saat ini debit air sedang tinggi karena masuk musim pasang.

Selain itu, dengan kondisi rumput yang rimbun hingga hampir menyentuh dinding rumah warga tidak jarang ada hewan yang muncul hingga membahayakan warga.

Pemandangan diperparah, lantaran masih ada saja sejumlah oknum warga yang membuang sampah di tempat tersebut, sehingga menimbulkan aroma tidak sedap.

Hal ini tentunya tidak bisa dianggap remeh mengingat Sungai Musi merupakan icon bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Palembang.

Baca Juga :   Terkait Ancaman Warga Tegal Binangun, Alex: Hati-Hati Ngomong!

Warga lainnya, Irma juga menuturkan hal yang sama, kondisi sungai yangb semerawut akan rerimbunan rumput sudah lama tidak dibersihkan, sehingga rumput menyatu dengan tanah dan membuat air tidak lagi mengalir.

“Kami harap pemerintah bisa membantu mengembalikan kondisi aliran anak Sungai Musi ini seperti semula yang bisa digunakan untuk warga sebagai MCK,” ujarnya.

Sementara, Camat SU 1 Palembang, Novran Hansyah mengatakan, bahwa pihaknya tiap hati minggu selalu melakukan gotong royong membersihkan lingkungan.

Hanya saja, kalau yang ada di perairan, seperti di aliran anak Sungai Musi pihaknya terkendala tenaga serta alat yang masih manual.

“Kita selalu sosialisasikan kepada masyarakat untuk gotong royong tiap Minggu, namun kita juga berkoordinasi dengan pihak Dinas terkait untuk membersihkan sampah yang ada di sungai,” tandasnya. (den)



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Tim Perancang Kemenkumham Sumsel Sinergi dengan DPRD Banyuasin dalam Penyusunan Ranperda

Palembang, KoranSN Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan menggelar Rapat Mediasi Konsultasi Penyusunan …

error: Content is protected !!