Ribuan Buku Perpus Sumsel ‘Hilang’





Salah satu petugas perpustakaan saat memperagakan pengembalian buku di Book Drop (Foto/Alwi/Koransn.com)

Palembang, KoranSN

Sebanyak ribuan buku milik Perpustakaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel ‘hilang’ karena tak dikembalikan keanggotaan perpustakaan. Hal ini berdasarkan pendataan yang dilakukan Dinas Perpustakaan Sumsel. Demikian diakui Kepala Bidang Pelayanan Dinas Perpustakaan Sumsel, Dewi Kencana Wati saat ditemui diruang kerjanya, Senin (27/2/2017).

“Ya, buku yang tidak dikembalikan ini ada buku seharga jutaan rupiah seperti buku kedokteran,” katanya.

Namun, dirinya tidak mengetahui pasti berapa banyak buku yang hilang tersebut. Karena memang tengah di inventarisir agar lebih mendetail. Meskipun demikian, pihaknya telah mendata berapa banyak jumlah anggota yang tidak mengembalikan buku ke perpustakaan.

Berdasarkan data, Dewi menerangkan untuk tahun 2016 pada bulan Januari jumlah peminjaman 2586 buku sedangkan pengembalian hanya 152 buku. Untuk bulan Februari jumlah peminjaman 2549 buku, sedangkan pengembalian sekitar 167 buku.

Kemudian untuk bulan Maret dari jumlah peminjaman sekitar 4769 buku sedangkan untuk pengembalian hanya  305 buku. Untuk bulan April, jumlah peminjaman 5030 buku, dengan jumlah pengembalian 277 buku. Untuk bulan Mei total pinjaman sekitar 3917 buku, sedangkan untuk pengembalian 241 buku. Pada bulan Juni jumlah peminjaman 2411 buku, dengan jumlah pengembalian 141 buku, untuk Juli jumlah peminjaman 930 buku dengan pengembalian 62 buku. Untuk Agustus jumlah peminjaman 2523 buku dan jumlah pengembalian hanya 157 buku.

Baca Juga :   146 Warga Sudah Menerima Ganti Rugi

Untuk bulan September jumlah peminjaman 3749 buku, sedangkan untuk pengembalian hanya 194 buku. Kemudian untuk bulan Oktober jumlah peminjaman 4036 buku, sedangkan untuk jumlah pengembalian 170 buku. Dibulan November jumlah peminjaman 4304 buku,dengan pengembalian 246 buku dan bulan Desember sendiri jumlah peminjaman 3081 buku, dengan pengembalian 243 buku.

“Jangka waktu peminjaman itu 7 hari dan maksimal 14 hari. Nah, data ini sudah melewati batas pinjaman, meskipun kami tidak tahu apakah nantinya akan dikembalikan. Kebanyakan yang hilang ini dari buku pengetahuan umum,” terangnya.

Dirinya mencontohkan seperti ada anggota yang sudah meminjam hampir dua tahun dan baru dikembalikan. Tentunya, pihaknya akan memblokir kartu ke anggotaannya. Untuk tahun 2017, sambung Dewi, pada bulan Januari sekitat 2678 buku dengan jumlah pengembalian 263 buku, sedangkan Februari jumlah peminjaman 1238 buku dengan pengembalian 1121 buku.

“Nah, pada Februari ini jumlah pengembalian tinggi dan ini bisa saja pengembalian buku pada pinjaman di bulan Januari,” ujarnya.

Saat ini, Dewi menambahkan, sanksi denda tidak dapat lagi diberlakukan. Hal ini dinilai sebagai pungli karena tidak ada aturan baku terhadap sanksi tersebut. Padahal, sanksi ini diberikan untuk memberikan efek jera kepada anggota yang telat mengembalikan buku.

Baca Juga :   Ketua MA Puji Herman Deru Jalan di Sumsel Mulus

“Jadi saat ini kami hanya mengharapkan kesadaran dari anggota yang meminjam buku. Meskipun begitu, kami akan berupaya seperti menghubungi peminjam jika ada nomor telepon. Jika tidak ada kami hanya berharap kesadarannya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Sumsel, Maulan Aklil menambahkan saat ini pihaknya membuat kotak
pengembalian buku atau book drop, sehingga jika memang takut untuk mengembalikan buku kepada petugas layanan dapat mengembalikan melalui book drop tersebut.

“Ya, ini merupakan langkah agar ke anggotaan dapat mengembalikan buku yang sudah lama dipinjam,” terangnya.

Dirinya mengakui bahwa saat ini pemberlakuan sanksi sudah dilarang mengingat sanksi tersebut dinilai sebagai pungli. Meskipun begitu, pihaknya bakal berupaya untuk mencari solusi agar tetap keanggotaaan patuh untuk mengembalikan buku tersebut seperti memblokir keanggotaan sehingga tidak dapat lagi meminjam buku, bahkan jika memang hikang diminta untuk mengganti buku tersebut.

“Saat ini kami masih mendata buku apa saja yang hilang dan tidak dikembalikan,” singkatnya. (wik)

Publisher : awik obsesi

Lihat Juga

Layanan Kearsipan di Sumsel Gunakan Sistem Elektronik

Palembang, KoranSN Gubernur Sumsel H Herman Deru mengakui Dinas Kearsipan sangatlah penting, bahkan dia akan …