Ribuan Driver Taksi Online Terancam Kehilangan Pekerjaan





Pengurus DPD Asosiasi Driver Online Sumsel, DPC Palembang, Banyuasin dan Ogan Ilir periode 2017-2019 saat dilantik di aula gedung DPRD Sumsel. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Ribuan driver taksi online terancam kehilangan pekerjaan, menyusul akan diberlakukannya pembatasan jumlah taksi online yang beroperasi di Sumsel. Pembatasan ini, masih menunggu disahkannya peraturan gubernur (Pergub) Sumsel yang saat ini masih dalam proses pengesahan.

Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel, Yoyon mengatakan, berdasarkan jumlah kuota yang termaktub dalam draft Pergub yang saat ini masih dalam kajian bagian hukum Pemprov Sumsel, jumlah kuota taksi online se-Sumsel hanya 1.700 kendaraan, sementara total taksi online yang ada sebanyak 11 ribu kendaraan.

“Dalam Pergub tersebut disebutkan jumlah kuota taksi online dibatasi 1.700 kendaraan, yang akan dibagi dalam lima zona. Yaitu, zona I meliputi Palembang, Banyuasin, dan Ogan Ilir. Kemudian, zona II Ogan Komering Ilir (OKI), Prabumulih, Muara Enim, dan PALI. Lalu, zona III Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, dan OKU Timur. Sementara zona IV meliputi Musi Banyuasin, Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Muratara. Kemudian zona V yaitu Lahat Pagaralam, dan Empat Lawang,”

ungkapnya, ditemui usai melantik pengurus ADO Palembang, OI dan Banyuasin di aula lantai III DPRD Sumsel, Kamis (21/12/2017).

Yoyon menjelaskan, untuk zona satu, mendapat bagian paling besar, yaitu 1000 kendaraan, kemudian zona II, 150 kendaraan, di zona III, 200 kendaraan, dan sisanya dibagi di zona IV dan V.

Baca Juga :   Kurir Narkoba Disergap di Rumahnya

“Pergub ini rencananya akan ditetapkan 1 Januari. Kami sangat keberatan dengan kuota taksi online ini, karena untuk Palembang saja, taksi online yang beroperasi sekarang ini ada 2500 kendaraan, belum lagi ditambah dengan daerah lainnya yang berdasarkan data dari aplikator total se Sumsel sebanyak 11 ribu kendaraan. Yang jadi pertanyaan jika kuota ini diberlakukan, bagaimana nasib rekan-rekan driver online yang lainnya yang tak bisa diakomodir,” tukas Yoyon.

Ia berharap, kalaupun nanti Pergub ini disahkan, pemerintah dapat mengkaji kembali jumlah kuota yang diberlakukan.

“Kami ingin semua diakomodir, apalagi saat ini pihak aplikator terus menerima pendaftaran driver baru. Harusnya pihak aplikator sesuai Permenhub 108 menstop dulu penerimaan driver baru, karena ini akan jadi beban bagi kami apabila terus menerima pendaftran driver artinya kita akan saling berebut kuota 1000 yang ditetapkan dalam Permengub nanti,” ujarnya.

Selain pembatasan kuota, kata Yoyon, Pergub taksi online juga akan mengatur penandaan stiker. “Jadi taksi online yang masuk dalam kuota akan ditandai dengan stiker, kemudian STNKnya atas nama perusahaan atau atas nama koperasi. Driver punya dua pilihan itu,” ujarnya.

Baca Juga :   KPK Tegaskan Tetap Cari Tersangka Harun Masiku

Dikatakannya, setelah Pergub disahkan, per Januari mendatang, pihak Dinas Perhubungan akan melakukan penindakan melalui razia pada Februari mendatang.

“Jadi, mereka yang tidak masuk dalam kuota yang sudah ditetapkan, akan ditilang jika dalam razia yang dilakukan tetap beroperasi. Kondisi ini, saya kira akan memaksa para driver taksi online ‘kucing-kucingan’ dengan petugas,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi angkutan umum Palembang, Syafrudin Lubis berharap para driver taksi online dapat mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh Kemenhub RI, supaya ada kesetaraan antara taksi online dan taksi konvensional.

“Kita juga minta taksi online mematuhi Pergub yang akan keluar 1 Januari nanti. Kedepan, kita harap juga tidak ada lagi gesekan-gesekan antara taksi online dan taksi konvensional,” pungkasnya. (awj)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pembakar Lahan di Muara Enim Ditangkap

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian Polsek Rambang Dangku Polres Muara Enim telah menangkap tersangka pembakaran lahan …

error: Content is protected !!