Riduan Bantah Terima Rp 7 Miliar, Siap Ajukan Justice Collaborator Bongkar Keterlibatan Pihak Lain dalam Dugaan Korupsi Internet Desa Dinas PMD Muba



Tersangka Riduan saat tiba di Kejati Sumsel usai ditangkap Tim Tabur Kejati Sumsel bersama Tim Gabungan Polda Sumsel. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Riduan salah satu tersangka dugaan korupsi pembuatan dan pengelolaan jaringan/instalasi komunikasi dan informasi lokal desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) tahun 2019-2023 dengan modus dugaan mark-up harga langganan internet untuk sekitar 200 desa di Muba, melalui kuasa hukumnya Muhammad Gustryan SH MH CHRM CTL dari Kantor Hukum Ryan Gumay Law Firm membantah tuduhan Riduan menerima uang Rp 7 miliar dalam perkara tersebut.

Hal itu dikatakan Muhammad Gustryan di Kejati Sumsel saat mendampingi Riduan (Kasi Keuangan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Muba) usai diamankan Tim Tabur (Tangkap Buronan) Kejati Sumsel, Sabtu (22/6/2024).

“Klien kami Riduan tidak menerima sama sekali uang Rp 7 miliar tersebut, jadi kami membantah hal tersebut dan akan kami buktikan dengan bukti-bukti yang sudah diserahkan kepada kami. Selain itu kami juga akan mengajukan Justice Collaborator (JC) untuk membantu Kejati Sumsel membongkar keterlibatan pihak lainnya dalam perkara ini,” tegasnya.

Baca Juga :   Pencuri Beras di Banyuasin Minta Maaf ke Bupati

Menurutnya, pihaknya akan mengajukan JC karena Riduan kala itu memiliki peran hanyalah sebagai tenaga pengajar di desa-desa untuk memberi pengetahuan aplikasi jaringan internet, dan Riduan menerima honor yang resmi. HALAMAN SELANJUTNYA>>







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kadis PMD Muba Tiga Kali Diperiksa Kejati Soal Dugaan Korupsi Internet Desa, K-MAKI: Perannya Sentral, Harus Tanggung Jawab!

Palembang, KoranSN Deputi Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K-MAKI) Sumsel, Ir Feri Kurniawan, Kamis (18/7/2024) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

    error: Content is protected !!