Ridwan Injak-injak Kepala dan Leher Sofyan Driver Taksi Online Hingga Tewas

Tersangka Acun dan Fran digiring pihak kepolisian usai menjalani rekonstruksi kasus perampokan dan pembunuhan korban Sofyan. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Selasa (20/11/2018) menggelar rekonstruksi kasus perampokan dan pembunuhan driver taksi online yakni korban Sofyan (47). Rekonstruksi ini digelar di kawasan lapangan tembak Mapolda Sumsel.

Dalam rekonstruksi tersebut, sebanyak 18 adegan diperagakan oleh tersangka Acundra alias Acun (21), warga Dusun V Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo Muratara dan tersangka Franata Ariwibowo alias Fran (18), warga Dusun II Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo.

Sementara untuk tersangka Ridwan alias Rido (42) dan Akbar (DPO) peran keduanya digantikan oleh peran pengganti dari pihak kepolisian. Dalam rekonstruksi ini, Ridawan tidak dihadirkan karena masih menjalani perawatan medis atas luka tembak di kedua kakinya. Sedangkan untuk pelaku Akbar masih buron, karena belum tertangkap oleh pihak kepolisian.

Tampak dalam rekonstruksi tersebut, korban Sofyan tewas setelah tersangka Ridwan menginjak-injak kepala dan leher korban ketika eksekusi korban dilakukan para pelaku di dalam mobil milik korban.

Pantauan di lapangan, dalam adegan rekonstruksi tampak kasus perampokan dan pembunuhan korban ini bermula saat pelaku Akbar, Ridwan, Acun dan Fran meminta dipesankan taksi online kepada seorang saksi yang tak dikenal oleh para pelaku di kawasan Km 5 Palembang.

Kemudian orderan tersebut didapat oleh korban Sofyan. Adapun orderan tersebut meminta diantarakan dari Km 5 menuju kawasan Simpang Bandara Palembang.

Usai menerima orderan, korbanpun datang ke lokasi penjemputan. Setiba korban Sofyan di lokasi, datang keempat pelaku mendekati mobil korban lalu keempat pelaku tersebut langsung masuk ke dalam mobil korban. Saat berada di dalam mobil, para pelaku mengambil posisi duduk, yang terdiri dari; pelaku Akbar (DPO) duduk di samping korban Sofyan, kemudian tersangka Acun, Ridwan dan Fran duduk di jok tengah mobil, dimana untuk lokasi duduk Acun yakni tepat di belakang korban.

Setelah itu korban mengemudikan mobil mengantarkan para pelaku ke lokasi tujuan, yakni di Simpang Bandara Palembang. Setiba di lokasi tepatnya di pinggir jalan Simpang Bandara, korban menghentikan laju kendaraannya. Ketika itulah, pelaku Acun yang duduk di belakang korban langsung mencekik leher Sofyan menggunakan tangan kanannya yang ditekukan. Sementara tiga pelaku lainnya yakni Akbar, Ridwan dan Fran memegangi kedua tangan korban.

Baca Juga :   Penadah Hasil Curas Diringkus

“Saat saya cekik dari belakang korban berteriak ampun. Tapi Akbar menyuruh kami membunuhnya hingga saya terus mencekik leher korban sekuat tenaga hingga korban lemas,” kata Acun disela-sela adegan rekonstruksi.

Pada adegan dalam rekonstruksi tersebut, juga terlihat korban yang lemas ditarik oleh pelaku Ridwan dan Fran ke jok tengah mobil, lalu korban kembali dicekik oleh tersangka Fran.

“Saat korban dicekik kondisinya belum meninggal dunia tapi hanya pingsan. Dari itulah tubuh korban ditarik ke jok tengah mobil kemudian Ridwan meletakan tubuh korban ke lantai, dan saat itulah Ridwan menginjak-injak kepala dan leher korban, tidak tahu berapakali namun yang saya lihat Ridwan berkali-kali menginjak korban hingga korban pun tewas,” ungkap Acun.

Sementara pada adegan berikutnya, tampak usai korban tewas, pelaku Akbar mengambil kemudi mobil. Lalu para pelaku meninggalkan lokasi kejadian menuju Muratara.

“Saat Akbar membawa mobil, posisi duduk saya pindah dari jok tengah duduk di depan persis di samping Akbar. Sedangkan Ridwan dan Fran masih duduk di jok tengah, sementara untuk korban yang saat itu sudah tewas, jenazahnya kami letakan di lantai jok tengah mobil,” jelasnya.

Adegan rekonstruksi ini diakhiri dengan adegan saat pelaku Akbar, Ridawan, Acun da Fran membuang jenazah korban ke semak belukar yang berada di kawasan kebun karet di Muratara.

“Korban kami buang di lokasi tersebut atas perintah Akbar. Setelah membuang korban, selanjutnya kami melanjutkan perjalanan pulang ke Muratara,” jelas Acun.

Sedangkan tersangka Fran mengungkapkan, saat membunuh korban dirinya hanya mencekik korban.

“Setelah korban dicekik oleh Acun, barulah giliran saya yang mencekik korban,” ucapnya Fran singkat.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yudhi Suhariyadi enggan berkomentar banyak terkait rekonstruksi yang digelar. Namun Yudhi mengungkapkan jika rekonstruksi dilakukan dalam rangka persiapan pelimpahan berkas perkara ke jaksa.

“Salah satu tersangka ini ada yang dibawah umur, makanya walau hari ini libur kita melakukan giat ini. Tujuannya, agar berkas perkaranya dapat segera dilimpahkan,” ungkapnya.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumsel, Kombes Pol Yustan Alpiani mengaku, jika dirinya belum menerima laporan terkait rekonstruksi tersebut.

Baca Juga :   Buronan Jambret di Lubuklinggau Jatuh Tersungkur Diterjang Timah Panas Polisi

“Belum ada, ya kalau rekonstruksi itukan untuk menyesuaikan keterangan antara tersangka, namun sejauh ini belum ada,” ucapnya singkat.

Untuk diketahui, terungkapnya kasus ini setelah istri korban yakni Fitriani (32), didampingi keluarganya, Selasa lalu (30/10/2018) melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Sumsel lantaran Sofyan tak kunjung pulang ke rumah. Laporan tersebut diterima pihak kepolisian dengan bukti laporan Nomor: LPB/862/X/2018/SPKT Polda Sumsel.

Menindaklanjuti laporan korban kemudian Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membentuk tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Hasilnya, Minggu (11/11/2018) pukul 20.30 WIB salah satu pelaku yakni; Ridwan (42) berhasil ditangkap di kawasan Desa Sungai Lanang Kecamatan Rawas Ulu Muratara. Usai ditangkapnya Ridwan lalu polisi melakukan pemeriksaan kepada tersangka hingga akhirnya jenazah korban Sofyan ditemukan sudah dalam kondisi tidak untuh lagi.

Kemudian pada Kamis malam (15/11/2018), pelaku Fran dan Acun menyerahkan diri ke Polsek Karang Dapo Muratara. Selain itu dalam kasus ini, Polda Sumsel juga berhasil menemukan mobil jenis minibus warna hitam milik korban Sofyan. Mobil ini ditemukan, Jumat siang (16/11/2018) tergeletak di pinggir jalan di kawasan Kerinci Jambi tepatnya di perbatasan Padang Sumatera Barat.

Sebelumnya Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Yustan Alpiani menegaskan, hingga saat ini pihaknya masih memburu pelaku Akbar yang menjadi otak di balik perampokan dan pembunuhan sadis driver taksi online Sofyan. Bahkan Polda Sumsel mengultimatum tindakan tegas terhadap pelaku Akbar.

Menurut Yustan, anggota Jatanras Polda Sumsel masih terus berada di lapangan melakukan penyelidikan untuk mengetahui lokasi persembunyian pelaku.

“Jadi kami mengultimatum tindakan tegas kepada pelaku Akbar kalau dia tidak segera menyerahkan diri. Sebab anggota kami masih memburu keberadaannya, kalau untuk lokasinya apakah dia masih di Sumsel atau di luar Sumsel itu masih diselidiki, yang jelas kami akan terus mencarinya,” tegas Yustan. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Sopir Taksol Dikeroyok di Dalam Polrestabes Palembang

Palembang, KoranSN Indra (40), warga D2 Bukit Dusun 4 Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin yang merupakan …