Rita Tersangka Tunggal Dugaan Penipuan 1000 Calon Jamaah Umroh dan Haji







Garis polisi terpasang di Kantor PT Hasanah Barokah Sriwijaya dan juga kios milik tersangka Rita. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro, Minggu (24/6/2018) mengatakan, Direktur PT Hasanah Barokah Sriwijaya, Faorita alias Rita (47), merupakan tersangka tunggal dalam dugaan kasus penipuan keberangkatan 1000 calon jamaah umroh dan haji yang dijanjikan berangkat ke tanah suci tahun 2018 dan 2019.

Diungkapnya, hal tersebut dikarenakan tersangka merupakan direktur perusahaan yang bertangungjawab atas keberangkatan para korbannya. Selain itu, dari hasil penyelidikan dan penyidikan diketahui jika tersangka Rita diduga menerima semua uang yang disetorkan para korbannya, yang kemudian uang tersebut dipergunakan tersangka untuk kepentingan pribadi termasuk membeli aset berupa 10 kios.

“Jadi, dalam dugaan kasus ini Faorita alias Rita merupakan tersangka tunggal. Meskipun demikian kami masih terus melakukan pengembangan penyelidikan,” katanya.

Masih diungkapkan Suwandi, dalam dugaan kasus ini pihaknya juga telah menyita aset milik tersangka berupa kantor PT Hasanah Barokah Sriwijaya dan 10 kios.

“Untuk rumah tersangka juga telah dilakukan penyitaan. Sebab, rumah tersebut menjadi satu dengan kantor PT Hasanah Barokah Sriwijaya. Jadi sejauh ini baru aset tersebut yang diketahui milik tersangka dan telah dilakukan penyitaan,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakannya, penyitaan yang dilakukan Polda Sumsel terhadap aset milik tersangka lantaran dalam dugaan kasus ini tersangka dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian uang (TPPU).

“Sebab, hasil penyelidikan kami dalam dugaan kasus ini unsur pidana TPPU-nya telah memenuhi. Dari itulah, selain dijerat pidana penipuan kami juga menjerat tersangka Rita dengan TPPU,” jelasnya.

Dengan adanya dugaan kasus ini, lanjut Suwandi, dirinya menghimbau agar para korban mempercayakan dan menyerahkan penyelidikan dan penyidikan dugaan kasus ini kepada pihak kepolisian Polda Sumsel.

“Dugaan kasus ini merupakan cobaan dari Allah yang ditujukan kepada korbannya yakni para calon jamaah yang sudah menyetorkan uang keberangkatan umroh dan haji. Untuk itulah kami menghimbau kepada para korban dan masyarakat untuk tenang dan bersabar, biarkan polisi melakukan pengungkapan dugaan kasus ini. Apabila para korban mengharapkan uang yang telah disetrokan kepada tersangka kembali, harus menunggu selesai sidang TPPU tersangka, karena saat ini aset tersangka sudah dilakukan penyitaan oleh Polda Sumsel,” himbaunya.

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, Rabu (20/6/2018) menangkap Faorita alias Rita selaku Direktur PT Hasanah Barokah Sriwijaya di rumah kontrakan di Kelurahan Cipasung Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan Jawa Barat (Jabar).

Kemudian Jumat (22/6/2018), penyidik menggeledah lalu menyegel dengan memasang garis polisi Kantor PT Hasanah Barokah Sriwijaya dan 10 kios milik tersangka yang berlokasi di Jalan HBR Motik KM 8 Komplek Green Tara Palembang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Budi Suryanto mengatakan, dalam dugaan kasus ini ada 1000 calon jamaah umroh dan haji di Sumsel yang menjadi korban penipuan tersangka Rita.

“1000 calon jamaah ini sudah menyetorkan uang keberangkatan umroh dan haji tahun 2018-2019 kepada tersangka dengan jumlah kerugian para korban mencapai Rp 20 miliar. Dari para korban tersebut, untuk keberangkat calon jamaah yang umroh saja dijanjikan oleh tersangka berangkat bulan April 2018, akan tetapi para korban tak kunjung diberangkatkan hingga korban membuat laporan ke Polda Sumsel. Seusai dilaporan, ternyata tersangka malahan menghilang hingga akhirnya tersangka ditangkap di Jabar,” ungkapnya.

Masih dikatakan Budi, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang telah dilakukan diketahui jika tersangka Rita saat ini tidak lagi memiliki uang untuk memberangkatkan 1000 calon jamaah umroh dan haji ke tanah suci.

Baca Juga :   24 WNA China Pegawai LRT Terancam Dipidana

“Sebab, semua uang para korban digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi seperti membeli kios dan mobil. Dalam dugaan kasus ini adapun modus tersangka yakni; menjanjikan korbannya berangkat umroh dan haji dengan biaya murah yakni, kisaran Rp 12 juta hingga Rp 18 juta perorang. Padahal, biaya normal untuk berangkat umroh saja yang dikeluarkan oleh pemerintah perorangnya mencapai Rp 22 juta. Jadi, harga murah yang dijanjikan tersangka hanyalah modus saja,” jelasnya.

Lanjut Budi, dalam dugaan kasus ini tersangka dijerat dengan pidana penipuan dan TPPU yang ancaman pidananya kurungan penjara 20 tahun.

Sedangkan tersangka Faorita alias Rita mengatakan, PT Hasanah Barokah Sriwijaya miliknya didirikan pada tahun 2012. Semenjak awal berdiri perusahaan tersebut hingga dugaan kasus ini terjadi, sudah 2000 calon jamaah mendaftarkan dan menyetorkan uang keberangkatan umroh dan haji.

“Dari 2000 jamaah tersebut, 1000 orang sudah diberangkatkan dan sekarang tinggal 1000 calon jamaah lagi yang belum diberangkatkan. Ini diarenakan adanya kesalahan dari management perusahaan yang saya pimpin sehingga saat ini saya sudah tidak memiliki apa-apa lagi,” ungkapnya.

Masih dikatakan tersangka, ia melarikan diri ke Jabar dari Palembang karena binggung tidak dapat memberangkatan para calon jamaah yang dijanjikannya berangkat pada tahun 2018 dan tahun 2019.

“Bahkan sebelum berangkat ke Jabar, mobil dan aset saya sudah ada yang diambil beberapa calon jamaah yang meminta uang mereka dikembalikan. Saya ke Jabar karena di sana ada anak kecil saya yang masih sekolah, makanya sebelum ditangkap polisi saya pindah ke Jabar,” ujar tersangka Rita. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Lansia yang Tenggelam di Sungai Ogan Ditemukan Meninggal Dunia

Palembang, KoranSN Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang Lansia bernama Maleha (70) yang sebelumnya tenggelam …

error: Content is protected !!