RSUD Jayapura Rasionalasi Anggaran Guna Jaga Pelayanan





“Untuk itu kami membuat kebijakan RSUD Jayapura dalam menyikapi terbatasnya anggaran agar segala pembiayaan tetap cukup, baik itu untuk gaji dokter spesialis, dokter umum, perawat, farmasi sampai tenaga administrasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, terkait kondisi tersebut pihaknya telah menyampaikan, sejak awal 2022 sehingga diharapkan para tenaga medis yang kontrak dapat memahaminya.

“Kami sudah sampaikan ke para dokter kontrak di Aula RSUD Jayapura bahwa bukan pemotongan, tapi pengurangan. Kalau pemotongan itu artinya kebijakan sepihak atau awalnya terima gaji dengan besaran normal, tapi di tengah jalan dipotong,” katanya.

Baca Juga :   Capaian vaksinasi COVID-19 di Lima Kabupaten Belum 70 Persen

Dia menambahkan, kebijakan penyesuaian anggaran di RSUD Jayapura ini agar pihaknya tetap bisa membiayai obat-obatan, alat kesehatan habis pakai, alat pelindung diri dan lainnya yang menjadi kebutuhan dasar pelayanan di rumah sakit sampai pada makanan pasien, air dan listrik.

“Kalau tenaga kontrak tetap kita bayarkan gaji penuh nanti yang lain terganggu sehingga kami mengambil kebijakan seperti itu agar pelayanan di rumah sakit tetap berjalan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya 27 tenaga dokter kontrak melakukan aksi mogok kerja hal ini dikarenakan adanya pemotongan sejak awal 2022. (Antara/ded)

Baca Juga :   1.445 Pasien COVID Dirawat di RS Darurat Wisma Atlet





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Dinkes Mukomuko Pastikan Stok Vaksin Anti-Rabies Cukup

Mukomuko, KoranSN Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menjamin stok vaksin anti-rabies (VAR) masih aman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!