RU III & MOR II Berbincang Sehat

Bincang sehat yang diadakan Pertamina MOR II dan RU III, Rabu (16/1/2019). (foto-ist)

Palembang, koranSN

Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju dan Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel mengadakan kegiatan bincang sehat bertajuk “Pengobatan Rasional: Menyelaraskan Kebutuhan Pasien, Profesionalisme Medis, dan Kewajiban Perusahaan”. Seminar yang dilaksanakan di Gedung Patra Ogan ini dihadiri lebih dari 125 peserta yang terdiri Tim Management RU III & MOR II, Pekerja Pertamina, tenaga kesehatan dari RSP Plaju, RS Siloam Sriwijaya Palembang dan RS Hermina selaku mitra bisnis kesehatan Pertamina, serta perwakilan Ibu – Ibu yang tergabung dalam PWP. Dibuka oleh Pjs GM RU III, M Dharmariza, Rabu (16/1/2019)

Senior Analyst Medical Policy-Medical Corporate Pertamina, dr Eni Dwi Astuti, MKK saat menjadi nara sumber menyampaikan mengenai Formularium Pertamina yang sebelumnya dikenal sebagai Daftar Obat Standar Pertamina.

Baca Juga :   Pemerintah Perluas Target Penerima KUR Percepat Pemulihan Ekonomi

Pada dasarnya Pertamina membuat formularium dengan tujuan memberikan layanan kesehatan yang terbaik dan teraman bagi Pekerja dan Keluarga. Dijelaskan bahwa pada tahun 2019 terdapat 1013 obat yang masuk dalam daftar formularium yang akan diterapkan mulai 1 Februari 2019 dimana secara persentase terdiri dari 64 persen obat generik bermerek, 30 persen obat generik berlogo dan 6 persen obat paten.

Sementara itu Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, MMedSc, PhD. saat memaparkan materi bertajuk “Berobat dengan Bijak” menjelaskan, statistik harapan hidup negara-negara seluruh dunia yang menempatkan Jepang sebagai peringkat puncak. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah gaya hidup orang Jepang yang sering sekali berjalan setiap bepergian.

“Bergerak adalah sehat, jika diam di rumah saja pasti pikirannya jelek”, tuturnya.

Baca Juga :   XL Perkuat Fundamental Bisnis

Prof. Iwan juga memberikan pesan moral untuk menjadi pasien yang rasional dalam melakukan pengobatan, melalui tiga langkah. Pertama, selalu tanyakan dokter mengenai jenis obat yang diresepkan, tanyakan pula cara penggunaanya dan pengaruh obat tersebut terhadap obat yang sebelumnya pernah dikonsumsi. Kedua, minta penjelasan yang rinci pada petugas apoteker mengenai penggunaan obat dan salinan resep dokter. Ketiga, buatlah daftar obat yang dikonsumsi dan catat riwayat efek sampingnya selama penggunaan. (ima)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Telkomsel Fokus Tingkatkan Gaya Hidup Digital

Palembang, KoranSN Secara konsisten Telkomsel berkomitmen untuk terus menghadirkan pemerataan akses infrastruktur dan kualitas broadband …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.