Rumah Sakit dan Kantor Polisi di Kertapati Jadi Target Terduga Teroris







Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Senin (3/9/2018) mengungkapkan, di hari ketiga pelaksanaan Asian Games 2018 digelar di Kota Palembang, tepatnya pada tanggal 20 Agustus 2018 lalu, salah satu rumah sakit (RS) di kawasan Jalan Sudirman Palembang dan Kantor Polisi di Kertapati menjadi target terduga teroris.

Menurut Kapolda, namun dengan kesigapan Polda Sumsel dan Densus 88 Antiteror (AT) Mabes Polri, seorang terduga teroris yang akan melakukan aksi teror berhasil ditangkap saat berada di Kota Palembang.

“Terduga teroris itu bernama Indra warga Bengkulu. Terduga ini akan melakukan amalia atau teror di rumah sakit di kawasan Jalan Sudirman dan Kantor Polisi di Kertapati. Namun sebelum beraksi, kami langsung melakukan penangkapan terhadapnya. Penangkapan dilakukan pada 20 Agustus 2018 atau hari ketiga Asian Games, sebab pembukaan Asian Games kan dilakukan pada 18 Agustus 2018,” kata Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, terduga teroris Indra merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dari Bengkulu. Terduga ini sengaja datang ke Palembang untuk melakukan teror, sebab saat itu di Kota Palembang sedang banyak warga negara asing yang sedang ikut pertandingan dan menyaksikan perlombaan Asian Games.

“Kami berhasil mengagalkan teror itu berdasarkan penyelidikan, sehingga aksi terduga teroris ini berhasil kami cegah sebelum melancarkan aksinya. Kini terduga teroris bernama Indra tersebut sudah dibawa penyidik Densus ke Mabes Polri guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kapolda.

Lebih jauh dikatakan Kapolda, penangkapan Indra memang dilakukan secara silent (diam) agar jangan sampai ada yang mengetahui. Hal ini supaya tidak membuat keresahan.

“Selama ini kami silent agar tidak ada yang mengetahuinya, supaya atlet dan tamu negara peserta Asian Games tidak resah. Saya menyampaikannya hari ini (kemarin) karena Asian Games di Palembang sudah selesai dan telah berjalan dengan lancar,” ungkap Kapolda.

Menurut Kapolda, dalam pengamanan Asian Games 2018 tersebut antisipasi ancaman teroris memang menjadi yang utama dilakukan Polda Sumsel selain antisipasi 3C (Curat, Curas dan Curanmor).

Baca Juga :   Dewas KPK Sebut Lima Pimpinan KPK Sudah Diperiksa

“Apalagi sebelum Asian Games diselengarakan di Palembang sudah ada 11 terduga teroris ditangkap di Banyuasin dan Palembang. Penangkapan semua terduga tersebut tidak lain dalam rangka antisipasi teror saat Asian Games, dan kini ke 11 terduga tersebut juga sudah dibawa penyidik Densus ke Mabes Polri,” jelasnya.

Lanjut Kapolda, sedangkan terkait suksesnya pengamanan Asian Games 2018 di Kota Palembang, berkat kerjasama yang terjalin dengan baik antara TNI, pemerintah daerah dan pihak penyelengara Asian Games serta masyarakat.

“Oleh karena itu, kesuksesan Asian Games di Palembang ini berkat kerjasama kita semua. Bahkan pagi tadi usai dari Jakabaring Sport City, saya langsung menuju masjid yang lokasinya berdampingan dengan tempat ibadah 5 agama. Di masjid ini saya Shalat Duha, saya sujud kepada Allah dan mengucapkan terimakasih atas pengamanan Asian Games di Palembang yang berjalan dengan aman damai dan lancar,” tandas Kapolda. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Gakkum KLHK dan Bakamla Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal

Makassar, KoranSN Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi bersinergi …

error: Content is protected !!