RUPS, Direktur Umum Bank SumselBabel Diberhentikan

Gubernur Sumsel Alex Noerdin didampingi Gubernur Babel Rustam Efendi (paling kanan), Direktur Utama BSB M Adil (paling kiri), dan Komisaris Utama saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham Bank Sumsel Babel (BSB), Selasa (28/2) di Gedung BSB Jakabaring Palembang.- Foto Ferdinand Deffryansyah/koransn

Palembang, koransn.com
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan, Bank Sumsel Babel (BSB) di Lantai 16 Kantor Pusat BSB Jakabaring, Selasa (28/2) menghasilkan keputusan pemberhentian Direktur Umum BSB, Iskandar dengan alasan kesehatan. Hal tersebut dikatakan Dirut BSB, M Adil usai RUPS BSB yang dihadiri Gubernur Sumsel, Alex Noerdin serta bupati dan walikota se-Sumsel.

“Kita melepas satu jajaran direksi yaitu Direktur Umum, Bapak Iskandar. Keputusan tersebut seperti yang disampaikan oleh Gubernur Sumsel dalam RUPS kemarin. Pemberhentian dilakukan dengan hormat mengingat kesehatan, untuk pengantinya internal BSB. Namun sementara waktu tugas dan fungsi akan dirangkap oleh Dirut sembari menunggu proses penjaringan Direktur Umum yang baru,”ujarnya.

Sampai saat ini menurutnya, belum ada nama-nama yang bakal menggantikan Direktur Umum. Akan dilakukan proses penjaringan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu terkait dengan kinerja BSB tahun 2016, PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumsel Babel, berhasil membukukan laba Rp Rp 419 sampai Rp 420 miliar, tumbuh sekitar sekitar 6,38 % dibandingkan laba tahun lalu. Meskipun di tengah perekonomian yang masih melambat, BSB masih dapat mencatat pertumbuhan aset,laba, kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK). Untuk aset tumbuh 18,51 % diatas nasional 10,4% atau Rp 18,9 triliun. DPK tumbuh 17,40 % atau Rp 14,221 triliun dari Rp 12,21 triliun pada tahun lalu. Kredit tumbuh 9,40 % masih diatas nasional yang mematok target 7,87 %, nominalnya dari Rp 11,50 triliun Rp 12,650 triliun.

Baca Juga :   Giri Kembali Pimpin PDIP Sumsel

Untuk rencana bisnis bank (rbb) tahun 2017 ia optimis dapat tumbuh, melihat hasil kinerja yang didapat di tahun lalu dengan LDR (Loan to Deposit Ratio) diangka 89 %. Tahun ini, penyaluran kredit ditargetkan dapat tumbuh 10% sampai 12%. Untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis, BSB melakukan berbagai terobosan dan eskpansi bisnis agar NPL (Non Performing Loan) dapat ditekan, saat ini NPL diangka 3,5 %. Pihaknya, optimis angka NPL dapat diturunkan seiring dengan mulai membaiknya harga komiditi seperti karet dan kelapa sawit.

Ia berharap seluruh pemerintah daerah yang merupakan pemegang saham, dapat memberikan dukungan berupa modal. Karena modal merupakan hal penting bagi BPD untuk meningkatkan kinerja bisnis sehingga BSB dapat tumbuh semakin baik.

Baca Juga :   Herman Deru: Perbaikan Akses ke Lapas Merah Mata Sudah Dianggarkan

“Karena itu kami berharap pemerintah daerah dapat menambah penyertaan modal, agar rbb yang dibuat BSB dapat dijalankan,”ujarnya.

Tampak Walikota Palembang Harnojoyo dan Bupati OKUS Popo Ali juga hadir dalam RUPS Bank Sumsel Babel di Gedung BSB Jakabaring Palembang.- Foto Ferdinand Deffryansyah/koransn

Sementara itu Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, kinerja yang berhasil ditorehkan BSB tahun lalu cukup baik meskipun kondisi perekonomian belum stabil. Hal itu terlihat dari kemampuan BSB dalam memberikan deviden bagi pemegang saham yang merupalan pemerintah daerah.

“Saya berharap keberadaan BSB ini semakin dapat berperan di tengah masyarakat dalam rangka memajukan perekonomian di Sumsel. Jangan kalah dengan bank-bank daerah lainya, jangan jadi penonton di daerah sendiri,”harapnya sembari mengatakan, untuk penambahan modal belum ada mengingat kondisi anggaran. (ima)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Yuliana Janda Muda yang Dibunuh di Hotel Sempat Minta Tolong

Palembang, KoranSN Agus Saputra (24), warga Lorong Buyut Kelurahan Talang Aman Kecamatan Kemuning, tersangka pembunuhan …