Rusak Lagi, Jam Analog Raksasa di Ampera Kembali Tak Berfungsi







Kerusakan Jam Analog di Ampera terlihat di jarum jam yang mana seharusnya menunjukkan pukul 17.40 WIB namun dijarum jam itu masih menunjukkan pukul 14.07 WIB. Foto diambil Kamis sore (28/10/2018). (Foto-Deni/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Jam analog raksasa yang terpasang di Jembatan Ampera kembali tidak berfungsi lagi untuk menentukan waktu. Kerusakan jam terjadi Minggu (28/10/2018), saat waktu yang seharusnya menunjukan pukul 17.40 WIB namun di jarum jam tersebut masih menunjukan pukul 14.07 WIB.

Pantauan Suara Nusantara, dari dua jam berukuran 5,5 meter yang dipasang di dua Menara Jembatan Ampera itu, satu jam mengalami kerusakan. Jam yang rusak terlihat di Menara Ampera dari arah Masjid Agung menuju arah Kertapati ataupun Plaju. Sedangkan di menara sebaliknya berfungsi sebagai mana mestinya sebagai penentu waktu.

Rusaknya jam yang diperuntukan untuk menghiasi Jembatan Ampera saat perhelatan akbar Asian Games 2018 kemarin itu sangat disayangkan masyarakat, mengingat besarnya dana yang dikeluarkan pemerintah untuk mendatangkan jam langsung dari Jepang tersebut ke Kota Palembang.

Adanya kerusakan itu, menuai bermacam pendapat ditengah masyarakat Kota Palembang yang sedang melintasi Jembatan Ampera. Bahkan ada yang berpendapat jika jam itu merupakan barang bekas yang dibeli oleh pemerintah.

Baca Juga :   Pertamina MOR II Gelar Safety & Eco Riding, Bagi Generasi Milenial Kota Palembang

“Sayang aja mas, jam inikan baru, paling baru dua bulan lebih terpasang di Jembatan Ampera, kok sekarang kondisinya sudah rusak. Jangan-jangan ini jam bekas yang dibeli oleh pemerintah,” terang seorang pejalan kaki di trotoar Ampera yang namanya tidak mau disebut saat dibincangi Suara Nusantara.

Andre, masyarakat Kota Palembang lainnya juga menyayangkan akan kerusakan jam analog diatas Jembatan Ampera tersebut.

“Kok bisa ya jam ini rusak, sayang sekali. Awalnya saya kagum saat jam ini pertama kali dipasangkan di Ampera ketika menjelang Asian Games kemarin. Saya pikir jam ini akan bertahan lama, namun baru nerumur beberapa bulan jam besar ini sudah rusak. Seperti barang rongsokan cepat sekali rusak, sayang saja pasti banyak dana yang dikeluarkan untuk mendatangkan jam ini,” jelas pemuda yang biasa berdagang diseputaran Ampera ini.

Tak hanya pejalan kaki, Indah (26) seorang pengendara motor yang sedang melintasi Ampera juga menuturkan hal yang sama. Menurutnya, keberadaan jam besar itu bukan berfungsi sebagaimana mesti melainkan hanya untuk hiasan belaka.

Baca Juga :   BPOM dan Dinkes Palembang Kesulitan Pantau Peredaran Formalin

“Kalau rusak seperti ini, jam ini bukan untuk penentu waktu. Ini seperti aksesoris untuk hiasi Ampera saja. Katanya jam ini bisa bertahan sampai puluhan tahun. Baru berapa bulan kok sudak rusak, terus mana yang katanya jika jarum jam berpindah dari pukul satu ke pukul yang lain jam ini akan mengeluarkan suara untuk mengingatkan waktu. Jangan kan berbunyi jarumnya saja mati,” ujarnya.

Beberapa hari sebelum perhelatan akbar Asian Games kemarin dimulai, PPK BBPJN Jembatan Metropolis Kota Palembang, Suwarno menerangkan, jam analog yang terpasang di Ampera itu mepunyai kelebihan karena akan mengeluarkan suara pada setiap jamnya. Bahkan jam raksasa itu dirancang dengan ketahanan hingga 30 tahun lamanya.

“Ketahanan sampai 30 tahun, nanti tiap jam dia akan berbunyi menandakan jika waktu tepat jam sekian. Jam analog ini juga telah diperhitungkan agar mudah dilihat oleh pengendara,” katanya.

Jam ini sengaja didatangkan dari Jepang, lanjut Suwarno untuk membuat indah Kota Palembang jelang pelaksanaan Asian Games 2018. Keberadaan jam tersebut akan menjadi icon baru di Jembatan Ampera. (den)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Manfaatkan Momen Idul Adha: Bank Sumsel Babel Salurkan Bantuan Hewan Qurban

Palembang, KoranSN Memaknai Hari Raya Idul Adha sebagai moment berbagi untuk sesama, Bank Sumsel Babel …

error: Content is protected !!