Sabang Dinilai Punya Potensi Agrowisata yang Dapat Memikat Turis



Selain Salak lokal Sabang, kata Habib, kini Sabang memiliki Alpokat lokal Sabang. Ia menilai Alpokat itu memiliki tekstur buah tanpa serat warna kuning mentega. Rasanya gurih saat dimakan dalam keadaan segar.

Menurut Habib, hasil identifikasi awal yang dilakukan BPSB Aceh, pihaknya menyimpulkan bahwa Alpukat Sabang menjadi salah satu varietas baru, dan sangat berpeluang digarap untuk didaftarkan menjadikan varietas unggul nasional.

“Karena spesifik Alpokat lokal sabang untuk dataran rendah ini sudah mulai ditanam sejak 30 tahun yang lalu atau tahun 1992 di kota Sabang. Penanam pertama adalah Almarhum Sumadi Suji warga Gampong Cot Ba’U,” katanya.

Informasi dari keluarga Sumadi Suji, kata Habib, selama ini hasil panen dijual dengan harga Rp25.000 per kilogram, dengan masa panen setahun sekali.

Pihaknya juga telah melakukan observasi lanjutan untuk karakteristik batang, buah dan daun untuk menyusun deskripsi awal sebagai salah satu syarat pelepasan menjadi varietas unggul nasional.

“Dengan harapan ke depan Pemkot Sabang bisa menjadikan lokasi agrowisata Alpokat yang punya prospek, bukan hanya untuk pemasaran buah tapi bisa menjadi lokasi penangkaran benih Alpokat dataran rendah,” katanya. (Antara/andi)

Baca Juga :   Kadisparbud Jabar: Tarif Parkir Mahal Turunkan Minat Wisatawan



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Disparpora Pohuwato Memerlukan Anggaran Kembangkan Potensi Pariwisata

Gorontalo, KoranSN Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo membutuhkan alokasi anggaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!