Sabu 4 Kg Tujuan Bali Disergap di Palembang







Diamankan – Empat tersangka kurir sabu yang terdiri dari tiga wanita dan satu pria ketika diamankan di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel, Senin (17/7/2017). Tampak para tersangka dikawal petugas bersenjata lengkap. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 4 Kilogram (Kg) tujuan Bali, Sabtu malam (15/7/2017) berhasil disergap jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel, saat pasangan suami isteri (Pasutri) berinisial ‘NN’ dan ‘NH’ warga Jawa Timur yang membawa barang haram tersebut memasuki wilayah Palembang.

Kedua kurir pembawa sabu asal Medan tersebut dibekuk saat baru tiba di salahsatu loket Bus Antar Provinsi Antar Kota (AKAP) di kawasan Jalan Letjen Harun Sohar Kecamatan Sukarami Palembang.

Dari tangan dua kurir tersebut aparat yang melakukan penyergapan mengamankan barang bukti 4 Kg sabu yang disimpan dalam tas ransel dan di kemas dalam 4 paket bungkusan teh Cina.

Usai mengamankan dua kurir tersebut, aparat langsung melakukan pengembangan dengan memburu dua kurir asal Aceh yang berperan sebagai penyambut sabu dari tangan Pasutri tersebut, sebelum nantinya akan diambil pemesan asal Bali dan dibawa untuk diedarkan di Bali. Kedua kurir wanita asal Aceh ini berinisial ‘ID’ dan ‘SA’, keduanya berhasil dibekuk saat menunggu didalam sebuah kamar hotel di kawasan Jalan Kolonel Atmo Palembang.

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Anthoni Hutabarat, Senin (17/7/2017) saat gelar ungkap kasus dan barang bukti mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari ditangkapnya pasangan suami isteri berinisial ‘NN’ dan ‘NH’ dengan barang bukti 4 Kg sabu.

Baca Juga :   Kemenkumham Himpun Masukan untuk Pembaruan Aturan Tindak Pidana Korupsi

“Lalu dari pengembangan juga diamankan dua kurir wanita asal Aceh berinisial ‘ID’ dan ‘SA’ yang keduanya sedang menunggu di dalam sebuah kamar hotel di kawasan Jalan Kolonel Atmo Palembang. Kurir asal Aceh ini diduga berperan sebagai perpanjangan tangan, sebelum nantinya sabu tersebut diambil oleh seorang pelaku yang berhasil lolos berinisial ‘D’ (DPO) untuk dibawa dan diedarkan di Bali,” ujarnya.

Dikatakannya, pelaku ‘D’ berhasil kabur ketika penyergapan dikamar hotel dilakukan, ‘D’ diduga sudah mengetahuinya dan membatalkan niatnya untuk mengambil barang tersebut.

“Untuk itu kasus ini akan terus dikembangkan guna meretas rantai jaringan penyelendupan sabu antar provinsi ini,” terangnya.

Dilanjutkannya, penggagalan penyelundupan sabu ini, berkat informasi dari masyarakat terkait adanya pengiriman sabu dalam jumlah besar yang akan melintasi wilayah Palembang. Ketika menerima informasi itu, BNNP Sumsel langsung berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel dan Bea Cukai Palembang untuk melakukan penyelidikan.

“Ketika mendapatkan informasi tersebut, kita langsung menjalin koordinasi dengan instansi terkait guna penyelidikan. Haslinya, saat mendapatkan ciri-ciri kurir yang akan melakukan pengiriman sabu 4 Kg, tim langsung melakukan penyergapan di salah satu loket Bus AKAP yang ada di Palembang. Kedua kurir yang membawa sabu dari Medan, lanjut melewati beberapa kota lain seperti Aceh dan Pekanbaru tersebut akhirnya harus menghentikan pengirimannya setelah dibekuk saat tiba di Palembang,” jelasnya.

Baca Juga :   Penyidikan Dugaan Korupsi Asrama Mahasiswa Sumsel di Yogyakarta untuk Ungkap Para Tersangkanya

Menurut Kepala BNNP Sumsel, dari pengakuan dua kurir asal Jawa Timur ‘NN’ dan ‘NH’, mereka hanya membawa sabu tersebut dari Medan menuju Palembang dengan melalui jalur darat. “Pengakuan keduanya, jika berhasil mengantarkan barang tersebut mereka akan mendapatkan upah Rp 200 juta. Nantinya, setibanya sabu itu di Palembang, akan diambil oleh dua kurir asal Aceh, sebelum nantinya diambil oleh seseorang dari Bali dan langsung dibawa ke Bali untuk diedarkan.

Diketahui, lanjut Anthoni, Pasutri asal Jawa Timur ini di suruh oleh orang berinisla ‘HAS’ yang saat ini masih dalam pengejaran petugas. “Empat orang ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, keempatnya dikenakan Pasal 114 KUHP ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) KUHP Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup,” tandasnya. (den)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kejati Sumsel Kurban Lima Ekor Sapi dan Satu Kambing, 500 Paket Daging Dibagikan ke Masyarakat, Panti Asuhan dan Pegawai Honorer

Palembang, KoranSN Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) pada Hari Raya Idul Adha, Senin (17/6/2024) …

error: Content is protected !!