Sabu Asal Malaysia Gagal Masuk Palembang

Kombes Pol Farman menujukkan barang bukti paket berisi sabu yang diamankan dari tersangka. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu asal Malaysia seberat 1,2 Kg yang diselundupkan melalui jalur udara dari dari Batam ke Palembang, sehingga sabu
ini gagal beredar di Kota Palembang.

Dari kasus ini polisi meringkus tiga tersangka yang memiliki peran berbeda. Adapun ketiga tersangka tersebut yakni; Nazaruddin (25), warga Jalan Gampong Cibrek Tunong Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh yang berperan membawa paket sabu dari Batam ke Palembang.

Kemudian tersangka M Adi Ariansyah (34), warga Jalan Balap Sepeda Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB I Palembang yang memiliki peran sebagai kurir mengambil sabu dari tersangka Nazaruddin di kawasan bandara Palembang.
Sementara satu tersangka lagi yakni, M Liberta Pratama (24), warga Jalan Kembangkan Kelurahan 9 Ilir Kecamatan IT II Palembang yang berperan sebagai penerima sekaligus pengedar sabu di Kota Palembang.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumel, Kombes Pol Farman, Selasa (6/10) mengatakan, terungkapnya kasus tersebut merupakan hasil penyelidikan pihaknya. Dimana awalnya polisi mengintai kedatangan tersangka Nazaruddin di bandara SMB II Palembang pada Selasa 30 Oktober 2018 lalu.

“Saat tiba di bandara tersangka Nazaruddin membawa kardus kecil di tangannya. Tak lama kemudian datang tersangka M Adi Ariansyah menghampiri Nazaruddin, setelah itu anggota melihat Nazaruddin menyerahkan kerdus itu kepada M Adi Ariansyah hingga dilakukan penyergapan dan penggeledahan. Saat itu polisi memang sempat terkecoh ketika memeriksa isi kardus yang saat dibuka hanya berisi makanan ringan. Namun usai diperiksa secara keseluruhan akhirnya ditemukan bungkusan yang ditempelkan di setiap samping kardus, setelah bungkusan tersebut dibongkar ternyata isinya sabu. Jadi kardus tersebut sudah dimodifikasi,” katanya saat gelar ungkap kasus di Mapolda Sumsel.

Baca Juga :   Sadis, Perampok Tembak Mati Regen di Depan Ayahnya

Masih dikatakan Farman, seusai tersangka Nazaruddin dan M Adi Ariansyah ditangkap di bandara lalu anggotanya melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka. Hasilnya, kedua tersangka mengaku jika sabu tersebut pesanan dari tersangka M Liberta Pratama.

“Dari itulah dalam pengembangan yang kami laklukan akhirnya kami berhasil menangkap tersangka M Liberta Pratama. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan yang kami lakukan diketahui jika sabu tersebut akan diedarkan di Kota Palembang,” ungkapnya.

Menurut Farman, para tersangka yang ditangkap merupakan jaringan internasional, dari itulah saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan guna menangkap pelaku lainnya.

“Kini ketiga tersangka sudah kami tahan di Mapolda Sumsel untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut, sementara untuk kasusnya masih terus dikembangkan. Dalam kasus ini ketiga tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 yang ancaman pidana yakni; 5 tahun penjara hingga pidana penjara seumur hidup atau pidana mati,” tegas Farman.

Sementara tersangka Nazaruddin mengaku, jika sabu tersebut berasal dari Malaysia yang dibawanya dari Batam menuju Palembang menggunakan jalur udara.

Baca Juga :   Urus Kehilangan Paspor di Polresta, Korban Abu Tour Meninggal Dunia Usai Buang Air Kecil

“Sabu itu berasal dari Malaysia yang saya terima dari ‘DIN’ (DPO) saat kami bertemu di Batam. Baru kali inilah saya membawa sabu, saya mau membawa sabu itu ke Palembang karena ‘DIN’ menjanjikan uang Rp 10 juta jika sabu itu berhasil saya serahkan kepada pemesannya di Kota Palembang ini,” ungkapnya.

Sedangkan tersangka M Adi Ariansyah mengatakan, kalau dirinya hanyalah kurir dari tersangka M Liberta Pratama.

“Saya hanya diperintah oleh Liberta Pratama untuk mengambil paket sabu itu di bandara. Saya mau karena diupah Liberta Pratama Rp 2 juta. Sudah dua kali ini saya menjadi kurir nakorba,” ujarnya.

Kemudian tersangka M Liberta Pratama mengungkapkan, jika paket sabu tersebut memang hendak dikirimkan kepadanya untuk diedarkan di Kota Palembang.

“Kalau pemesan yang sebenarnya yakni ‘DL’, dan dia merupakan teman saya yang tinggal di Bandung. Di Palembang ini saya hanya menerima dan mengedarkan sabu itu saja. Hampir satu tahun saya menjalani bisnis ini, bahkan sudah sekitar 6 kali saya lolos dari penangkapan polisi, namun kali ini saya tertangkap setelah polisi mengepung kediaman saya,” tandasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Penyidik Temukan Fakta Baru Kasus Kebakaran Kejagung

Jakarta, KoranSN Penyidik menemukan fakta baru bahwa nama perusahaan cleaning service PT APM dipinjam oleh …