Saksi Dugaan Korupsi Pajak Beberapa Perusahaan Segera Dipanggil Lagi Kejati

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari SH MH. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Tim Jaksa Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel segera memanggil para saksi lagi dalam penyidikan dugaan kasus korupsi dalam pemenuhan kewajiban perpajakan beberapa perusahaan di KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Pratama Palembang tahun 2019, 2020, 2021.

Demikian ditegaskan Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari SH MH, Minggu (28/1/2024).

“Untuk para saksi dugaan korupsi pajak beberapa perusahaan segera dipanggil lagi untuk diperiksa oleh Tim Jaksa Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel,” tegasnya.

Baca Juga :   BNN Datangi Diskotik yang Membuka Segel di Kampung Baru, 1 Remaja Tertembak

Menurutnya, para saksi tetap dilakukan pemeriksaan karena merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penyidikan yang kini sedang dilakukan oleh Kejati Sumsel.

“Untuk informasi perkembangannya nanti pasti akan kami sampaikan kepada teman-teman media,” ujarnya.

Dilanjutkannya, jika dalam perkara tersebut sudah ada enam tersangka yang telah ditetapkan oleh Kejati Sumsel.

Adapun enam tersangka tersebut, yakni Rangga Fredy Ginanjar, Natalia Wulan Purnamasari dan Rizky Faris Harjito yang ketiganya saat dugaan kasus korupsi tersebut terjadi selaku pegawai pajak. Sedangkan tiga tersangka lainnya, yaitu; Heri Yansyah (Direktur PT Heva Petroleum Energi), Novriansyah Regan (Direktur Utama PT Lematang Enim Energi) dan Fajar Febriansah (Direktur Utama PT Inti Dwitama). HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Yan Anton Belikan Tita Rosita Cincin Berlian Senilai Rp 300 Juta



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejari Palembang Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Pakaian Batik

Palembang, KoranSN Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari SH MH, Rabu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!