Saksi Fakta Ungkap Pembangunan Masjid Sriwijaya di Atas Lahan Sengketa



Rivano Oktarana petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palembang saat menjadi saksi empat terdakwa dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya di Pengadilan Tipikor Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN

Palembang, KoranSN

Rivano Oktarana petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palembang, Selasa (12/10/2021) dihadirkan JPU Kejati Sumsel sebagai saksi fakta dalam sidang empat terdakwa dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya di Pengadilan Tipikor Palembang.

Keempat terdakwa tersebut, yakni Eddy Hermanto (mantan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya), Ir Dwi Kridayani (Kuasa KSO PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya), Syarifudin MF (Ketua Panitia Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya), dan Ir Yudi Arminto (Project Manager PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya).

Baca Juga :   Usai Jalan Sehat, Sampah Berserakan Penuhi Jalan Ade Irma Nasution Kota Palembang (FOTO)

Di persidangan, saksi Rivano Oktarana dari pihak BPN Palembang mengatakan, jika dirinya bersama Tim BPN pernah diminta oleh pihak Kejati Sumsel melakukan pengukuran tanah di objek pembangun Masjid Sriwijaya yang bersengketa.

“Saat pengukuran tersebut hadir pihak kejaksaan, pihak Pemprov yang diwakilkan oleh Marius dari BPKAD Sumsel, kuasa dari Musyawir warga yang mengklaim lahan tersebut. Adapun hasil dari pengukuran yang kami lakukan yakni pembangunan Masjid Sriwijaya tersebut berada di atas lahan yang disengketakan antara Pemprov dan warga bernama Musyawir tersebut,” ungkapnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Efisien, Tujuan Kejagung Rencanakan Pelimpahan Kasus Hibah Sumsel 2013

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Keterangan Berkelit, Hakim Perintahkan Jaksa Catat Mantan Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya Ir Syarif

Palembang, KoranSN Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang Sahlan Effendi SH MH memerintahkan Jaksa Penuntut Umum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.