Samsul Bahri Saksi Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya Mangkir





Kemudian, mantan Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas, mantan Sekda Pemprov Sumsel Mukti Sulaiman, mantan Kepala Biro Hukum Pemprov Sumsel Ardani, Asisten di Pemprov Sumsel Akhmad Najib, Ketua Umum Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Zainal Berlian, Bagian Keuangan Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya M Ryan Fahlevi, Dirut PT Yodya Karya, Dirut PT Brantas Abipraya, dan Dirut PT Indah Karya.

Selanjutnya, Mudai Madang selaku Bendahara Yayasan Wakaf Pembangunan Masjid Sriwijaya, mantan Karo Kesra Pemprov Sumsel Ahmad Nasuhi, Burkian selaku Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah Provinsi Sumsel, Tony Aguswara dan Angga Ariansyah yang keduanya anggota Divisi Hukum dan Administrasi Lahan Pembangunan Masjid Sriwijaya.

Baca Juga :   Kejati Tetap Panggil Para Saksi Dugaan Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya

Lalu, Eddy Hermanto selaku Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya yang juga mantan Asisten di Pemprov Sumsel, Ketua Pelaksana Pembangunan Masjid Sriwijaya Syarfuddin, Ir Yudi Arminto selaku Project Manager PT Brantas Abipraya, Ir Loka Sangganegara selaku Tim Leader PT Indah Karya, Ir Dwi Kridayani MM selaku Kuasa KSO PT Abipraya dan PT Yodya Karya, Ir Yudi Wahyono selaku Tim Leader PT Yodya Karya, serta Haris Munandar selaku Direktur CV Putra Tandai.

Bukan hanya itu, dalam dugaan kasus ini Kejati Sumsel juga telah memeriksa Richard Cahyadi selaku mantan Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel dan juga mantan Kepala Kesbangpol Sumsel, Syafri selaku Ketua Pembangunan Masjid Sriwijaya periode 2018, Khairul Fatah selaku Staf Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya, serta Wakil Ketua dan Hukum Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya, Drs H Syahrula SH Msi. (ded)

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Dugaan Korupsi Pupuk PT Pusri Terus Diusut Kejati

Palembang, KoranSN Kejati Sumsel hingga kini masih terus mengusut dugaan kasus korupsi ekspor pupuk non …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.