Satgas Pangan Sumsel Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisonal



Tim Satgas Pangan Sumsel saat mengecek harga bahan pokok di Pasar Lemabang. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Satgas Pangan Sumsel yang terdiri dari pihak kepolisian, Balai POM dan instansi terkait, Rabu (1/11/2017) meninjau harga bahan-bahan pokok di pasar tradisional yakni di Pasar Lemabang Palembang.

Dalam pemantauan tersebut, semua tim Satgas Pangan Sumsel turun ke pasar untuk menanyakan sejumlah harga bahan-bahan pokok kepada para pedagang dan masyarakat.

Kepala Satgas Pangan Sumsel yang juga Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, setelah dilakukan pemantauan diketahui jika sejumlah bahan-bahan pokok di pasar, harganya masih dalam keadaan normal.

“Kita bersama teman-teman dari Balai POM, Bulog, Bea Cukai, Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar, bertujuan untuk melihat harga di pasaran serta mengecek ketersediaan bahan-bahan pokok,” ungkapnya.

Menurutnya, dari hasil pemantauan yang dilakukan, untuk harga beras di pasar tradisonal harganya masih berada di bawah harga eceran tertingi (HET), selain beras untuk harga gula, bawang putih, bawang merah, cabai juga masih terkendalai.

“Hanya saja harga daging sapi yang kini harga jualnya kepada masyarakat terjadi kenaikan sedikit. Dari keterangan para pedagang, diketahui naiknya harga daging dikarenakan daging-daging tersebut semuanya berasal dari luar Sumsel. Sehingga saat dijualkan ke masyarakat maka terjadi kenaikan harga. Jadi dalam pemantauan ini, kami banyak mengabil ketarangan dari para pedagang yang nantinya akan kita kaji bersama,” ungkapnya.

Baca Juga :   Keselamatan Kerja Tenaga Honorer Belum Terjamin

Selain itu, lanjut Kombes Pol Rudi Setiawan, teman-teman dari instansi yang sesama Tim Satgas Pangan, kedepannya memiliki ide untuk membuka toko binaan dengan bahan-bahan pokok yang akan dijualkan dipasok Bulog dan instansi lainnya dari Satgas Pangan Sumsel.

“Ini juga akan kita kaji. Sebab dengan adanya toko binaan di setiap pasar tradisonal, tentunya dapat menjadi pengontrol harga bahan pokok di pasaran, karena bahan-bahan pokok yang dijual akan disuport oleh Bulog dan kawan-kawan instansi pemerintahan. Jadi jika pedagang di pasar menaikan harga, sementara toko binaan tetap menjual dengan harga norman. Sehingga masyarakat dapat berbelanja di toko binaan ini,” tandasnya. (ded)



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Siapkan Renstra Tahun 2025-2029, Kemenkumham Sumsel-DJKI Himpun Aspirasi Publik

Palembang, KoranSN Kanwil Kemenkumham Sumsel bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual menggelar Penghimpunan Aspirasi Publik …

error: Content is protected !!