Satu Bulan Setelah Jatuhnya Kabul, Krisis Ekonomi Mengintai Taliban





“Setiap warga Afghanistan, anak-anak, mereka semua lapar, mereka tidak punya sekantong tepung atau minyak goreng,” kata seorang penduduk Kabul bernama Abdullah.

Antrean panjang masih terbentuk di luar bank-bank, di mana batas penarikan mingguan sebesar 200 dolar AS (sekitar Rp2,85 juta) telah diberlakukan untuk melindungi cadangan uang negara yang semakin menipis.

Pasar-pasar dadakan di mana para warga menjual barang-barang rumah tangga untuk mendapatkan uang tunai bermunculan di seluruh Kabul, meskipun pembeli kekurangan pasokan. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Polisi Hong Kong Tangkap 53 Orang Saat Unjuk Rasa Prodemokrasi

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Palestina Minta Dunia Setop Pendudukan Israel

Ramallah, KoranSN Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Minggu (17/10/2021) mengatakan bahwa situasi di wilayah-wilayah Palestina …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.