Satu Calon Walikota dan Dua Pejabat ASN Jadi Tersangka Pilkada di Riau





Penyerahan berkas perkara dugaan pidana calon walikota Dumai dari Bawaslu ke Kejaksaan Negeri Dumai. (foto-antaranews)

Pekanbaru, KoranSN

Selama 30 hari kampanye sejak 26 September 2020, Bawaslu di Provinsi Riau mencatat Paslon Bupati/Walikota se-Riau telah melakukan kampanye sebanyak 2.801 kali dengan 25 pelanggaran, bahkan satu calon wali kota dan dua pejabat ASN jadi tersangka pidana Pilkada.

Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Rusidi Rusdan melalui pernyataannya di Pekanbaru, Kamis (29/10/2020) menyebutkan, hingga 26 Oktober 2020, Bawaslu se-Riau telah mengeluarkan lima kali surat peringatan tertulis kepada paslon yang tidak patuh terhadap aturan yang telah ditetapkan.

Surat peringatan tertulis tersebut disampaikan oleh Panwascam Tanah Putih, Rokan Hilir, kepada pasangan Asri Auzar – Fuad Ahmad karena jumlah Peserta Kampanye hadir melebihi 50 orang.

Baca Juga :   GM PT Rekind Tak Hadiri Panggilan Kejati Terkait Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel

Kemudian di Kabupaten Siak, surat peringatan dikeluarkan oleh Panwascam Tualang kepada pasangan Said Ariffadilla-Sujarwo karena melanggar protokol kesehatan, yakni tidak menggunakan masker serta tidak menjaga jarak.

Selanjutnya, di Kabupaten Kuantan Singingi surat peringatan juga diberikan kepada pasangan Andi Putra – Suhardiman Amby karena jumlah peserta yang menghadiri hampir 200 orang serta tidak menerapkan protokol COVID-19.

Terakhir, di Kabupaten Indragiri Hulu melalui Panwascam Pasir Penyu dan Batang Cenaku surat peringatan diberikan ke pasangan Rizal Zamzami – Yoghi Susilo karena melanggar melakukan kampanye di luar ruangan, serta pasangan Wahyu Adi- Suriati yang melanggar pasal 88 c PKPU 13/2020 yaitu berkampanye di lapangan terbuka dan tanpa STTP. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Hari ini Dua Tersangka Korupsi Jagaraga Dilimpahkan

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Dalami Pemberian Uang Daftar Penjabat Kades di Pemkab Probolinggo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan adanya pemberian sejumlah uang untuk mendaftar sebagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.