Satu Keluarga Dibantai Seusai Menjual Tanah, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Tampak Kombes Pol Daniel TM Silitonga (kemeja putih) saat memimpin olah TKP di kediaman korban pembunuhan satu keluarga di Jalur 16 Banyuasin..jpg
Tampak Kombes Pol Daniel TM Silitonga (kemeja putih) saat memimpin olah TKP di kediaman korban pembunuhan satu keluarga di Jalur 16 Banyuasin. (Foto-Humas Polda)

Palembang, KoranSN

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TM Silitonga, Selasa (17/5/2016) mengatakan, berdasarkan fakta di lapangan hasil olah TKP di kediaman satu keluarga yang jasadnya telah ditemukan diketahui jika para korban dibunuh seusai menjual tanah.

Menurutnya, kediaman korban berada di kawasan Jalur 16 Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin yang lokasinya berada di tengah-tengah persawahan. “Hasil olah TKP di kamar korban ditemukan bercak darang jadi korban dibunuh di dalam rumahnya. Fakta di lapangan, kejadian pembunuhan terjadi seusai korban menjual tanahnya,” katanya.

Disinggung apakah pembunuhan korban dilakukan oleh perampok dan barang apa saja yang hilang dari dalam rumah korban?

Dikungkapkannya, untuk barang-barang yang hilang saat ini masih dilakukan pendataan oleh tim Labfor, namun faktanya isi di dalam rumah korban berantakan.

“Kalau perampokan kita belum dapat pastikan, tapi faktanya ya begitu korban kan habis jual tanah jadi banyak duetnya (uang), tapi meskipun demikian kita masih perlu mendalaminya untuk mencari bukti-bukti lainnya. Bahkan dalam proses penyelidikan saat ini sudah empat saksi yang telah diperiksa selain itu kita juga telah mengantongi identitas satu pelaku yang masih kabur dan kini dalam pengejaran anggota di lapangan,” teranganya.

Baca Juga :   Terdengar Rintihan di Kamar No 11

Lebih jauh diungkapkannya, untuk kelima korban yang jasadnya telah ditemukan diduga satu keluarga, mereka yakni; Tasir Bin Syarat (65), Kartini Binti Tasir (37), Winarti Binti Mansur (14), Ariam Binti Antar (6), dan Ropiah (60) isteri dari Tasir. “Kita menduga satu keluarga karena dari fisik dan pakaian yang dikenakan para korban menunjukan mereka itu satu keluarga. Namun secara yuridis kita kan harus memastikannya dari itu kita masih tunggu hasil tes DNA-nya,” tandasnya.

Diketahui kasus pembunuhan ini terungkap berawal dari temuan dua jasad terdiri dari; laki-laki dan perempuan, Jumat (13/5), pukul 11.30 WIB. Ketika ditemukan masing-masing jasad dalam kondisi terikat di dalam karung hanyut di kawasan perairan Jalur 14 Banyuasin.

Baca Juga :   1 Rumah Panggung di Kayuagung Roboh Ditiup Angin

Kemudian, Sabtu siang (14/5), jasad seorang perempuan berusia sekitar 14 tahun kembali ditemuan tewas mengapung di kawasan perairan Jalur 17 Banyuasin. Saat ditemukan, jasad perempuan ini tidak berada di dalam karung bahkan kaki dan tangan kanan korban hilang (putus) dari tubuhnya.

Lalu, Minggu siang (15/5), seorang jasad anak perempuan kembali ditemukan di kawasan perairan Jalur 14 Banyuasin. Pertama ditemukan, jasad anak perempuan ini terbungkus dalam karung kecil hanyut di perairan sungai.

Terbaru, Senin siang (16/5), polisi bersama warga kembali mendapati sesosok jazad tergeletak dipinggir sungai di kawasan perairan Jalur 16 Bayuasin. Dan kini para jasad tersebut telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan otopasi dan penyelidikan. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Panggil General Manager Waskita Beton Kasus Subkontraktor Fiktif

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (10/8/2020)memanggil General Manager Akuntansi PT Waskita Beton Precast …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.