Sebulan Dibangun, Jalan Setapak di Desa Tanjung Agung Sudah Mulai Rusak

Tampak bangunan jalan setapak di Desa Tanjung Agung sudah mulai rusak. (foto-sunardi/koransn)

Muratara, KoranSN

Baru selesai dibangun, kondisi jalan setapak di Dusun 4 Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sudah mulai rusak.

Pantauan di lapangan, Minggu (17/11/2019), saat ini jalan setapak tersebut sudah mengalami retak, pecah, dan berlobang kecil karna ditimpa air hujan serta menimbulkan rongga yang disebabkan penyusutan tanah dihampir seluruh bagian jalan.

Seperti yang terlihat pada bagian pinggir jalan yang pecah, sangat sedikit sekali semennya yang bercampur dengan material koral dan pasir. Begitu juga papan plang proyek sudah tidak ditemukan lagi di lokasi pembangunan.
Hengki (30) warga setempat, mengaku jika jalan setapa di Desanya tersebut sudah mengalami kerusakan, padahal jalan tersebut baru saja selesai dibangun oleh pihak ketiga.

Baca Juga :   Forum RT/RW Lawang Kidul Dikukuhkan

“Kami selaku masyarakat Tanjung Agung sangat menyayangkan jika kondisi jalan yang baru selesai dibangun tetapi sudah mulai rusak, kita bisa lihat dibagian pinggir jalannya sudah ada yang pecah, kemudian bagian tengahnya juga sudah mulai berlobang kena air hujan padahal pembangunan jalan ini belum ada satu bulan,” katanya, Minggu (17/11/2019).

Menurutnya jika pembangunan jalan setapak ini telah sesuai dengan standar RAB yang ada maka tidak mungkin baru sebulan saja selesai dibangun jalannya sudah mulai rusak seperti ini. “Kami masyarakat Tanjung Agung sangat menyangkan pembangunan jalan setapak ini, padahal infrakstruktur jalan merupakan salah satu faktor pendukung dalam memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat,” keluhnya.

Baca Juga :   Ayam Ini Berdampak Buruk Bagi Tubuh

Sementara itu, Kapala Desa (Kades) Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Korbilah membenarkan jika jalan setapak yang dibangun dengan dana ratusan juta tersebut saat ini sudah mulai rusak, padahal baru saja selesai dibangun.

Kades menjelaskan, jika panjang jalan tersebut lebih kurang sekitar 900 hingga 1200 meter, sedangkan sumber dananya dari anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) Kabupaten Muratara tahun 2019.

“Sudah banyak masyarakat yang melapor ke saya masalah kerusakan tersebut,” pungkasnya. (snd)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kadinkes Sumsel: Banyuasin Agresif, Penanganan Covid Sangat Baik

Banyuasin, KoranSN Pencegahan dan penanganan dampak Covid-19 yang telah dilakukan Pemkab Banyuasin, dalam hal ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.