Sedang Cari Rumput, Ibrahim Tewas Diterkam Buaya Muara

Warga saat mengevaluasi jasad Ibrahim yang tewas diterkam buaya muara. (foto/Siryanto)

Banyuasin, KoranSN

Tragis yang dialami Ibrahim (26), warga Dusun Sakatiga Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin hendak mengambil rumput untuk makanan sapi di tepi galian selebar 10 meter dan dipenuhi kumpai, korban diterkam Buaya dan diseret ke dalam kumpai hingga beberapa puluh meter di kanal Desa Pulau Muning Kecamatan Sembawa, Selasa (6/6/2017) sekitar pukul 16.00 WIB sore.

Korban dimakan buaya diketahui setelah tidak pulang sampai menjelang magrib. Ayah korban, Abdul Wahid (40), curiga terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap anaknya itu. Apalagi di kawasan tersebut terkenal dengan keganasan buaya muara, dan sudah banyak korban hilang akibat di makan buaya muara.

Mayat korban baru ditemukan warga dibantu tim BPBD Banyuasin, keesokan harinya, Rabu (7/6/2016) siang sekitar pukul 11.30 WIB dengan kondisi sudah mengapung di atas rawa sejauh beberapa puluh meter dari TKP, sementara bagian perut korban sudah hilang dimakan buaya, sedangkan bagian tubuh lainnya masih utuh.

Menurut cerita, Abdul Wahid (40), ayah korban, kejadian itu bermula saat putra ketiganya itu, hendak mencari rumput untuk makanan sapi miliknya di sekitar kanal sekitar satu kilometer dari perkampungan warga, Selasa (6/6/2017) sore sekitar pukul 16.00 WIB sore.

Hingga menjelang magrib, korban tidak kunjung pulang dan timbul rasa curiga ayah korban, apalagi daerah sana terkenal banyak dihuni buaya rawa yang ganas sering melukai warga.

“Saya gelisah biasanya tidak pernah dia pulang telat. Apalagi dirawa sana terkenal banyak buaya rawa, saya khawatir dia diterkam buaya,” cerita Abdul Wahid.

Baca Juga :   Gunakan Helikopter, Jendral Tito Ziarah ke Makam Bibi di Martapura

Ayah korban lantas menyusul korban ke TKP, disana dia menemukan sepeda motor Yamaha Vega milik korban dan satu ikat rumput untuk makanan sapi milik korban didekat kanal. Ayah korban terkejut saat melihat dipinggir kanal bekas terkaman buaya menyeret korban.

“Dari sana saya yakin dia hilang diterkam buaya, saya panggil warga sekampung melakukan pencarian,” ceritanya.

Warga dusun Sakatiga berbondong-bondong mendatangi lokasi dan menyisiri rawa tempat korban hilang, hingga larut malam dilakukan pencarian mayat korban belum juga ditemukan.

Mayat korban baru ditemukan keesokan harinya oleh warga dibantu tim BPBD Banyuasin, Rabu (7/6/2017) siang sekitar jam 11.00 mengapung diatas peemukaan pinggir kanal beberpa puluh meter dari tempat kejadian atau tepatnya di kawasan Pulau Muning berbatasan dengan desa Limau Kecamatan Sembawa.

“Saat kami menyisiri rawa, ada tiga buaya yang kami temukan, salah satunya berukuran sekitar 6 meter, diduga buaya itu yang memangsa korban,” cerita Gatot Kepala Desa Santan Sari.

Ketika ditemukan kondisi tubuh korban mengalami luka-luka bekas gigitan, sedangkan bagian perut korban sudah hilang habis dimakan korban. Tubuh korban lainnya masih tetap utuh. Korban meninggalkan istri dan satu anak yang masih berumur 4 tahun.
Warga berharap ada keseriusan pemerintah menanggulangi buaya Muara ganas di kawasan tersebut. Pasalnya buaya sudah cukup meresahkan warga dan membuat warga takut saat hendak ke sawah.

Baca Juga :   HD Obati Rasa Rindu Warga Gunung Batu

“Setidaknya sudah lebih dari 15 kali warga mati dimakan buaya,ada yang ditemukan mayatnya, ada juga yang tidak ditemukan sama sekali. Kami berharap ada keseriusan pemerintah, jangan sampai buaya-buaya ini kami bunuh,” kesalnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuasin, Drs Indra Hadi, yang ikut melakukan evakuasi, mengatakan, akibat hujan deras beberapa waktu lalu mengakibatkan kawasan rawa di tempat TKP banjir. Buaya-buaya dari sungai besar memasuki rawa dan sawah warga di kawasan Dusun Sakatiga, Kawasan Desa Limau dan Pulau Muning Kecamatan sembawa.

“Kita akui belum ada tindak tegas dari pihak terkait atas permasalahan buaya di kawasan tersebut. Apalagi ini bukan kejadian pertama kali, tetapi sudah sering terjadi buaya menerkam warga yang bertani. Kita takut warga marah dan membunuh buaya tersebut,” ungkapnya.

Dia berharap pihak BKSDA tegas dalam mengatasi permasalahan ini, misalnya memasang tanda peringatan agar warga tidak memasuki kawasan tersebut yang dihuni banyak buaya rawa ganas. “Tindak lanjut dari BKSDA belum kelihatan, kita berharap hal ini cepat ditanggulangi karena bisa mengakibatkan banyak korban,” harapnya. (sir)

Iklan Polres Lahat

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Kemenhub Perketat Awasi Arus Balik Lebaran

Jakarta, KoranSN Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pengawasan arus balik Idul Fitri 2020, dan menegaskan bahwa …