Sekeluarga di Mariana Jadi Perampok Sadis, Rampas Mobil & Bunuh 2 Korban





Muslimin (baju tahanan) saat diamankan di Polda Sumsel. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Penangkapan Muslimin (37), warga SP Padang OKI yang merupakan buronan perampokan mobil dan pembunuhan korban Sidik Purwanto (61), yang terjadi 7 tahun silam di Mariana Banyuasin mengungkap fakta baru, jika pelakunya lebih dari satu orang dan merupakan satu keluarga.

Selain itu terungkap jika jumlah korban yang dibunuh berjumlah dua orang dengan waktu kejadian berbeda. Dimana awalnya para pelaku membunuh korban Sidik Purwanto. Tak lama kemudian para pelaku juga membunuh korban bernama Somali, yang jenazahnya di buang di Sungai Komering OKI.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Suryadi didampingi Kanit IV Kompol Zainuri, Senin (7/9/2020) mengatakan, adapun jumlah pelaku pembunuhan korban berjumlah enam orang, terdiri dari; tersangka Muslimin yang baru ditangkap oleh pihaknya.

Kemudian, pelaku Novriansyah alias Novi (adik ipar Muslimin) dan Hendra (keponakan Muslimin) yang keduanya sudah lebih dulu ditangkap dan kini mendekam di Lapas Nusa Kambangan usai divonis hukuman mati.

“Selanjutnya pelaku Yuliana alias Lebek (adik Muslimin) yang meninggal dunia tahun 2013 karena bunuh diri di ruang penyidik Polres Pelalawan Riau usai tertangkap kasus Narkoba dan Curas. Sementara satu pelaku lagi, yakni Amin (adik dari Mulimin) yang masih DPO dan belum tertangkap,” katanya saat gelar ungkap kasus di Polda Sumsel.

Baca Juga :   Eddy Hermanto dan Syarifudin Terbukti Terima Gratifikasi Uang Hingga Tiket Pesawat

Menurutnya, adapun modus para pelaku dalam kasus ini yakni berpura-pura menyewa mobil korban untuk pindahan rumah. Setelah korban tiba di rumah pelaku, saat itulah korban di eksekusi.

“Para pelaku tersebut membunuh korban dengan sadis. Adapun tujuannya untuk merampas mobil pickup milik korban Sidik Purwanto, dan merampas mobil truk milik korban Somali,” ujarnya.

Masih dikatakannya, dalam melancarkan aksi pembunuhan korban awalnya pelaku Yuliana alias Lebek memancing korban dengan pura-pura mau menyater mobil untuk pindah rumah.

“Disaat korban tiba di dalam rumah pelaku, ketika itulah pelaku Novriansyah alias Novi menodongkan senjata api rakitan ke korban. Setelah itu para pelaku mengikat tangan dan kaki korban, serta melakban mulut korban. Lalu korban dimasukan ke dalam bak berisi air sampai korban meninggal dunia. Seusai korban tewas, barulah peran tersangka Muslimin mengubur dan membuang jenazah korban,” terangnya.

Lebih jauh dikatakannya, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Muslimin yang baru ditangkap, yang bersangkutan tidak mengakui terlibat dalam kasus tersebut.

“Tapi kami menilai Muslimin terlibat, apalagi dia (Muslimin) mendapat bagian uang. Dengan ditangkapnya Muslimin maka dalam waktu dekat kami akan ke Nusa Kambangan untuk memeriksa pelaku Novriansyah alias Novi dan Hendra yang kini ditahan di sana. Tujuannya, untuk mensinkronkan keterangan atau pengakuan tersangka Muslimin,” tandasnya.

Baca Juga :   Diperiksa Kejati Terkait Program SERASI 2019, Kadis Pertanian PALI Diajukan 20 Pertanyaan

Sementara tersangka Muslimin mengatakan, jika dirinya hanya ikut mengubur jenazah korban Sidik Purwanto saja. Sedangkan untuk korban Somali yang jenazahnya dibuang di Sungai Komering ia mengaku tidak tahu.

“Hanya satu korban yang saya kuburkan, itupun setelah saya diminta oleh adik saya Yuliana alias Lebek yang meninggal dunia karena bunuh diri. Dimana kala itu, Lebek memintanya menguburkan korban kecelakaan dengan upah Rp 1 juta. Usai menguburkan korban saya sempat dihantui selama dua hari, hingga saat itu saya kabur ke Banyuasin dan OKI. Ketika kabur inilah saya baru tahu kalau korban yang saya kuburkan itu meninggal karena dibunuh,” ungkap tersangka.

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian Unit IV Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menangkap Muslimin di kawasan OKI, Jumat dini hari (4/9/2020). Keseokan harinya pelaku Muslimin langsung menunjukan tempat jenazah korban Sidik Purwanto yang dikuburkannya di kawasan Mariana Banyuasin. Hasilnya, jenazah korban ditemukan sudah menjadi tulang belulang. (ded)





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Ruben Achmad: KPK Periksa Pihak Bank untuk Ungkap Siapa Saja yang Menikmati Aliran Uang Hasil Dugaan Korupsi

Palembang, KoranSN Pengamat Hukum Sumsel dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr H Ruben Achmad SH MH, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!