Selain Sabu Palembang Juga Target Peredaran Ganja Asal Aceh







Kombes Pol Tommy Aria Dwianto saat menujukan barang bukti ganja kering dan sabu yang diamankan dari tangan tersangka Aan Sunaryo, Untung Riadi dan M Junaidi (Berdiri di belakang mengenakan baju tahanan). (foto-dedy/koransn.com)

Palembang KoranSN

Selain marak peredaran narkoba jenis sabu, Kota Palembang juga menjadi target para jaringan pengedar narkoba untuk memasarkan ganja kering asal Aceh. Hal tersebut dikatakan Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Tommy Aria Dwianto saat merilis ungkap kasus narkoba dengan barang bukti 13 Kg ganja dan sabu seberat 101,33 gram di Mapolda Sumsel, Rabu (7/6/2017).

Menurut Tommy, untuk mengantisipasi peredara narkoba di Palembang maka pihaknya selalu melakukan upaya pengungkapan kasus dengan cara penindakan kepada para jaringan pengedar narkoba seperti penangkapan terhadap tersangka Aan Sunaryo (30), warga Dusun III Desa Prambatan Kecamatan Abab PALI.

“Tersangka Aan ini ditangkap di Jalan Alamsyah Ratu Prawira Palembang. Dari tangannya kita mengamankan 13 Kg ganja asal Aceh yang akan diedarkan di Kota Palembang. Selain mengamankan barang bukti ganja, kita juga mengamankan senjata tajam, untuk itulah tersangka Aan kita jerat dengan Pasal 114, Pasal 112 jo Pasal 132 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan UU Darurat untuk kasus senjata tajamnya. Sedangkan untuk ancaman hukuman pidanannya minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman pidana mati,” tegasnya.

Bukan hanya itu, lanjut Tommy, anggotanya juga berhasil menangkap dua tersangka di lokasi berbeda. Kedua tersangka tersebut yakni; Untung Riadi (40), warga Jalan Mayor Zen Lorong Trisno RT 44 RW 01 Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni dan tersangka M Junaidi alias Didi (43), warga Jalan Perintis Kemerdekaan Lorong Manggar II RT 14 RW 04 Kelurahan Lawang Kidul Kecamatan IT II Palembang. Dari tangan keduanya pihaknya mengamankan barang bukti sabu seberat 101,33 gram.

“Dua tersangka ini memiliki peran berbeda. Untuk tersangka Untung Riadi berperan sebagai kurir atau pengantar sabu sedangkan tersangka M Junaidi memiliki peran sebagai perantara atau pengambil sabu dari bandarnya,” katanya.

Baca Juga :   Curi Motor, Cik Bung Dibui

Masih dikatakan Tommy, dengan pengungkapan kasus 13 Kg ganja kering dan kasus narkoba jenis sabu tersebut  maka pihaknya sampai saat ini masih melakukan pengembangan.

“Kita terus kembangkan sampai para bandar dan juga jaringan-jaringannya tertangkap,” tutup Tommy.

Sedangkan tersangka Aan Sunaryo mengatakan, barang bukti ganja yang diamankan pihak kepolisian dari tangannya tersebut merupakan milik rekannya ‘ASP’ (DPO).

“Saya hanya disuruh ‘ASP’ mengantarkan ganja itu ke Jalan Musi II. Tapi saat di tengah jalan saya tertangkap polisi. Saya mau menjadi pengantar ganja karena ‘ASP’ mengupah saya uang Rp 50 ribu untuk setiap Kg ganja tersebut,” tandasnya. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Gakkum KLHK dan Bakamla Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal

Makassar, KoranSN Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi bersinergi …

error: Content is protected !!