Seminggu di Langsa, Imigran Rohingya Mulai Belajar Bahasa Indonesia

Pengungsi Rohingya terlihat sedang mengantri makanan di camp pengungsi Lhok Sukon, Aceh

Langsa – Sebanyak 682 imigran Rohingya, Myanmar dan Bangladesh kini ditampung di Kuala Langsa, Langsa, Aceh. Meski baru ditampung seminggu, mereka sebagian sudah mulai bisa berbahasa Indonesia.

Pantauan detikcom, Sabtu (23/5/2015) ratusan imigran Rohingya dan Bangladesh ditampung dalam dua gedung terpisah di Kuala Langsa. Untuk membedakan kedua pengungsi ini, petugas memberi mereka tanda dengan gelang yang diikat di tangan.

Sejumlah petugas medis juga terlihat di sana memeriksa kesehatan para pengungsi. Tenda untuk menampung bantuan maupun posko juga didirikan di lokasi. Para ‘manusia perahu’ itu terlihat berbaur antarsesama dan tak segan-segan menyapa pengunjung Kuala Langsa.

Meski baru seminggu tampung di sana, para imigran ini sudah menguasai beberapa kata dalam bahasa Indonesia. Mereka diajarkan bahasa Indonesia oleh relawan dan petugas yang ada di lokasi penampungan.

Baca Juga :   Wiranto Sebut Benny Wenda Bagian Konspirasi Masalah Papua

“Makan… makan,” kata seorang imigran asal Bangladesh, Saddam Husen saat ditemui di lokasi pengungsian.

Saat cuaca terlihat mendung, beberapa mereka langsung bilang “hujan”. Mereka juga sudah dapat berhitung dengan menggunakan bahasa Indonesia. Beberapa kata yang umum digunakan juga sudah mereka kuasai. Bahkan saat diwawancara wartawan, mereka menyebut beberapa kata dalam bahasa Indonesia.

Jika ada kata-kata yang tidak kuasai, mereka langsung menanyakan kepada relawan atau orang-orang di sana. Karena belum terlalu mengerti bahasa Indonesia, mereka terlebih dulu menyebut sesuatu dalam bahasa Bangladesh dan baru kemudian menanyakan terjemahan dalam bahasa Indonesia.

Baca Juga :   Kemendikbud: Tidak Semua SMK Masa Pembelajaran Empat Tahun

Bukan hanya itu, mereka juga menghafal setiap kata-kata yang diajari oleh relawan. “Bangla (Bangladesh) brsti. Indonesia hujan,” ungkap Saddam.

Sementara imigran etnis Rohingya juga sudah ada yang mengetahui bahasa Indonesia. Mereka mengaku mengetahui sedikit-sedikit tentang bahasa Indonesia.

“English no, Melayu no, Indonesia sedikit-sedikit,” kata seorang imigran Rohingya mengungkapkan sudah mulai bisa berbahasa Indonesia sedikit-sedikit.(rul/rul)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Pemerintah Beri Bintang Jasa Untuk Tenaga Medis Gugur Tangani COVID-19

Jakarta, KoranSN Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan pemerintah akan memberikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.