Sempat Terhenti, Dana Transport Ustadz/Ustadzah Kembali Diusulkan

Al Hidir.
Al Hidir.

Palembang, KoranSN

Setelah hampir dua tahun ini, tepatnya tahun 2014 dan 2015 berturut-turut dana bantuan bagi pengajar TK/TPA sempat terhenti, di tahun 2016 ini, para ustzad dan ustadzah di Kota Palembang patut bergembira, sebab tahun ini Pemkot Palembang mempersiapkan dana bantuan transport dengan kuota penuh.

Hal ini disampaikan Kabag Sosmas Setda Kota Palembang Al Hidir usai audiensi dengan pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Palembang di kantor Walikota, Selasa (12/1/2016).

Hidir mengakui, dua tahun terakhir tersebut merupakan tahun-tahun evaluasi anggaran kegiatan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, tidak terkecuali dana hibah bagi ustadz dan ustadzah. Apalagi dana tersebut bersifat bantuan yang bisa saja digeser oleh program yang lebih mendesak.

“Dana hibah ini sebagai bentuk kepedulian Pemkot Palembang, akan kami kembali diusulkan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 dengan kuota 3000 orang,” jelasnya.

Lanjutnya, di tahun 2013 ke belakang kuota pemberian dana hibah bagi BKPRMI selaku organisasi yang menaungi ustadz dan ustadzah aktif ini hanya terbatas 1500 orang dengan nominal yang diterima sebesar Rp.300rb perbulan. Sedangkan, kuota 1500 lainnya masih diusulkan untuk menerima program dana hibah yang sama dari pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel).

Baca Juga :   Bayi di OI dan Bocah 4 Tahun di Palembang Sembuh dari Virus Corona

“Kami sadari, BKPRMI sudah menjadi mitra kerja pemerintah yang semestinya dirangkul dan diperhatikan melalui dana hibah, ke depan diupayakan fasilitas sertifikasi kompetensi jika memang ada peluangnya,” ujarnya.

Selain itu, Ketua BKPRMI Palembang Kgs Ahmad Ridwan mengatakan, di tahun 2015 tidak ada bantuan dan dukungan apapun dari pemerintah terhadap pihaknya. Bukan saja dari Pemkot Palembang tapi juga dari pihak Pemprov. Namun di tahun 2014, bantuan dari Pemprov memang masih diterima di saat bantuan dari Pemkot dihentikan.

“Ya, tahun kemarin kami puasa bantuan, tapi hal itu tidak jadi masalah, operasional dan kegiatan harian pembinaan Al-Quran tetap berjalan baik,” ujarnya.

Baca Juga :   M. Isa Tergenang, Palembang Belum Bebas Banjir

Ridwan menjelaskan, saat ini jumlah ustadz dan ustazah di 1200 unit yang tersebar di 107 kelurahan sebanyak 3.237 orang. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa sampai Ibu Rumah Tangga (IRT). Pada 13 Januari 2016 mendatang akan digelar pelantikan kepengurusan baru periode 2016- 2019. Pihaknya berharap, Wali Kota Palembang bisa membantu untuk melantik mengingat acaranya digelar di kantor Pemkot sendiri.

“Tapi lebih dari itu, kami juga berharap bantuan transport ustadz dan ustadzah di tahun 2016 ini terus dianggarkan. Terkait permohonan kuota, mulai minggu depan kami lakukan pendataan anggota aktif dalam lima tahun ini,” jelasnya. (rik)

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Ngopi Cow di Kedai PWI, Tantangan Pilkada di Tengah  Covid Makin Berat

Palembang, KoranSN Tantangan Pilkada 9 Desember 2020 yang juga bakal digelar di tujuh kabupaten di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.