Sepekan Seni DKP, Pemantik Geliat Seni Palembang

Ketua DKP, M. Iqbal Rudianto. (foto-ist)

Palembang, KoranSN

Gelaran Sepekan Seni dengan tajuk Ekspresi dan Apresiasi oleh Dewan Kesenian Palembang (DKP) dimaksudkan sebagai pemantik lebih tumbuhnya geliat seni di Palembang.

“Berkesenian itu butuh pemantik dan ruang. Ini yang masih sulit didapatkan dari pemangku dan pengambil kebijakan,” ujar penggiat teater, Conie C Sema.

DKP telah membangun itu (pemantiknya) melalui Sepekan Seni. “Selanjutnya terserah semua pihak. Mau dikemanakan seni kita ini. Yang jelas, saya yakin, DKP Palembang punya koitmen untuk itu,” ujar penggiat Teater Potlot ini, usai penutupan Sepekan Seni di Guns Cafe, Palembang, Minggu (16/2/2020).

Ketua DKP, M. Iqbal Rudianto, dalam sambutannya saat penutupan mengungkapkan bahwa selama sepekan, masing-masing komite yang ada di DKP mendapat jatah satu hari untuk menggarap dan memberi ruang berkesenian bagi insan-insan seni di kota pempek ini. Komite teater, film, tari, sastra, seni rupa, dan musik telah menunjukkan komitmennya untuk menghidupkan dan memajukan asmosfer berkesenian.

Ketua Panpel, Faldy mengungkapkan, respon insan seni dan masyarakat Palembang cukup positif. “Tercatat sedikitnya 1.800 orang telah hadir dan meramaikan Sepekan Seni ini. Tak kurang 85 talent telah merasakan panggung yang disiapkan, mulai pelukis, fotografer, komunitas film, pemusik, sastrawan, penari, dan penggiat teater. 30 lukisan karya seniman seni rupa dan mahasiswa/siswa juga dipameran selama sepekan. Gelaran ini sendiri dilaksanakan sejak Senin (10/2/2020),” beber Faldy.

Pengamatan selama sepekan, setidaknya 17 orang narasumber dihadirkan, baik dari praktisi, akademisi, maupun tokoh seni. Diantaranya, di komite teater, ada Conie Sema (penggiat Teater Potlot), Amir dan Hasan (Dosen Sendratasik), Dr Muhammad Idris, M.Pd dari Universitas PGRI Palembang yang menyampaikan orasi budaya. Lalu komite tari menampilkan Dr, Erwan Suryanegara, dan Elly Rudi dalam bincang tari, Sonia dan Sayid menyampaikan workshop eksplorasi tubuh.

Baca Juga :   Sistem One Way Akan Diterapkan di Jalan Radial

Teater Seni Pertunjukan Universitas PGRI Palembang menampilkan “And Game” karya Samuel Becket. Komite film yang kebagian hari keempat menampilan Screening Film bersama Silo Sandro (sutradara film Ketangen, yang menjadi pemenang film terbaik Panasonic Young Festival 2019), Jaid Saidi mmebagikan ilmu aktingya di workshop, Ari Bulu (Asosisasi Dokumentaris Nusantara Chapter Palembang) berbagi teknik penyutradaan film dokumenter.

Komunitas film pun diberi ruang untuk bedah karya, diantaranya Film Rapor (Videografi Unsri), Film “From School” (Shock Film), Film “Antu Banyu” (Kids Production), Film “Mata Uang” (Micro Wave), dan Film “Jago Malem” (karya BP).

Komite Sastra, selain menggelar lomba cipta puisi dan cerpen, juga melaksanakan dialog sastra. Musikalisasi Puisi yang ditampilkan Teater Gembok dan dilanjutkan penyanyi balada M Hatta, memberikan ciri khas tersendiri.

Sementara Komite Musik menampilkan talk show karya dalam seni musik dengan pembicara, Dr Erwan Suryanegara (budayawan), Kamsul Harla (pemusik karyanya antara lain Ya Saman), dan Ketua DKP M Iqbal Rudianto. Panggung Guns Cafe diibur oleh pemusik-pemusik Palembang, diantaranya Kopral Jono, Mezto, Filuz Mursalin, Legia, DRDP, Nahdi Rock, FNS feat Puput, The Roman, Habib Dillah, Quarto, KKPP, KGP, dan SGF.

Baca Juga :   Latihan Menembak Untuk Mengontrol Diri

Yang paling menghebohkan saat pembukaan dan penutupan. Berbagai talen ditampilkan. Saat pembukaan, tiga penyair, Jaid Saidi, Yos Ilyas, dan Anto Narasoma mampu membungkam hadirin dengan puisi Taufik Ismail. Lalu dentingan irama Batanghari Sembilan oleh Riduanata, Orkes Melayu dibawah pimpinan Randi, dan sajian DJ Byan Kids, serta penampilan wayang Palembang oleh dalang Ki Wirawan Rusdi tampil dengan sempurna.

Begitupan saat penutupan Minggu (16/2/2020), Kamsul A Harla, Andi Liso, Ardi, Sanggar tari Mei-Mei, dan M Hatta dengan harmonikanya mengakhiri Sepekan Seni, Ekspresi dan Apresiasi dengan manis. Apalagi, dari Komite sastra menyumbangkan tampilan puisi “Ngaben” karya Pramita Dewi oleh dua mahasiswa dari Universitas PGRI Palembang, Yeni dan Gelia Eka Putri.

Pembibitan tak lupa digagas DKP dengan menggelar lomba lukis anak-anak yang dilaksanakan di Gus Cafe pada hari terakhir.

“Anak-anak merupakan aset yang tak ternilai, dan diharapkan akan lahir perupa-perupa bari di masa mendatang,” komentar Didit, panggilan akrab Keua DKP Palembang usai memberikan hadiah kepada anak-anak peserta lomba.

Staf Khusus Walikota Palembang Babe Herlan memberikan apresiasi tehadap pelaksanaan Sepekan Seni ini. “Ini memberikan sinyal kuat seni Palembang akan menggeliat,” ujarnya. (rel/awj)

Iklan Polres Lahat

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Covid-19 Telah Menyebar di 17 Kabupaten/Kota di Sumsel

Palembang, KoranSN Kabupaten PALI merupakan kabupaten terakhir di Sumsel yang terjadi kasus postif Covid-19. Dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.