Serangan Udara Hantam Pabrik Biskuit di Libya

Tim keamanan dan gawat darurat bekerja di lokasi serangan udara di sebuah pusat penahanan yang banyak menampun migran Afrika di pinggiran kota Tripoli, Libya, Rabu (3/7/2019), (Foto-Antaranews)

Tripoli, KoranSN

Sedikitnya 10 karyawan tewas dan 35 orang lainnya terluka saat serangan udara menghantam sebuah pabrik biskuit di Libya pada Senin (18/11/2019), yang diduga pejabat tinggi PBB sebagai kejahatan perang.

Mayoritas korban tewas dalam serangan di Wadi Rabea, sekitar 21 km dari ibu kota Tripoli, tampaknya adalah para migran.

Selain itu, ada dua warga negara Libya, kata Utusan PBB untuk Libya Ghassan Salame kepada Dewan Keamanan.

Baca Juga :   Warga Jepang Hadapi "Normal Baru" Usai Status Darurat Corona Dicabut

Gambar yang diunggah otoritas menunjukkan sejumlah korban luka berpakaian sipil yang berlumuran darah terbaring di dalam ambulans atau fasilitas medis.

Tripoli sejak April kerap diserang oleh pasukan yang loyal kepada Khalifa Haftar, komadan yang berbasis di Libya timur.

Serangan oleh Tentara Nasional Libya (LNA) sekejap berhenti dan kedua pihak menggunakan drone serta pesawat tempur untuk melancarkan serangan udara di tengah pertempuran sporadis.

Serangan udara LNA kerap menghantam sejumlah kawasan sipil di Tripoli.

Pejabat di Libya timur yang dihubungi Reuters menuturkan, mereka tidak memiliki informasi soal serangan udara pasukannya.

Baca Juga :   Menteri Pertahanan Yaman Selamat dari Serangan Roket Al-Houthi

“Terlepas apakah serangan itu sengaja menargetkan pabrik tersebut atau salah sasaran, serangan itu kemungkinan merupakan kejahatan perang,” kata Salame, Selasa (19/11/2019).

Lebih dari 200 warga sipil tewas dan 128.000 orang lainnya mengungsi akibat konflik, menurut Salame. (Antara/Reuters/ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Kim Jong Un Sebut Korut Berhasil Cegah COVID-19 Mewabah

Seoul, KoranSN Pimpinan Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dalam pertemuan bersama petinggi Partai Buruh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.