Servis Pengunjung, Kampung Kapitan Gelar Festival Cap Go Meh



Festival Cap Go Meh di Kampung Kapitan menampilkan pakain khas masyarakat Tionghoa. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Perayaan tahun baru imlek di Kota Palembang pada tahun 2018, akan menampilkan kegiatan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dalam merayakan Cap Go Meh.

Dimana, Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pariwisata akan menggelar festival Cap Go Meh pertama kalinya di Kampung Kapitan dari tanggal 28 februari sampai 4 maret di Kelurahan 7 Ulu Kecamatan SU I Palembang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani, Senin (27/2/2018) mengatakan, diadakannya festival cap go meh ini, sekaligus untuk menservis pengunjung yang hadir ke Kampung Kapitan selain perayaan dilakukan di Pulau Kemaro.

Ia menjelaskan, guna memanjakan para tamu yang hadir, festival cap go meh di Kampung Kapitan ini akan mempertunjukan sedikitnya 20 rangkaian acara yang akan ditampilkan. Seperti, Rickshaw atau becak cina yang menjadi ciri khas mayarakat Palembang tempo doeloe serta pakain khas negeri Tionghoa.

“Rangkaian festival cap go meh ini kita lakukan selama lima hari dengan menghadirkan berbagai agenda yang menarik. Kita memilih lokasi di Kampung Kapitan ini sekaligus mempromosikan Kampung Kapitan agar lebih dikenal khalayak luas,” ungkap Isnaini.

Ia mengatakan, sebagaimana diketahui cap go meh adalah perayaan yang dilakukan orang Tionghoa dua minggu setelah tahun baru imlek. Namun, di Palembang semua masyarakat bisa menikmati acara setiap tahun ini. Dimana, rangkaian kegiatannya akan mengkombinasikan adat Cina dan adat melayu.

Isnaini menjelaskan, adapun rangkaian acara Festival tersebut, seperti Facial Painting, wushu show, art performnce dance show dan Barongsai, packaging souvenir nipah, pameran kuliner festival, fhasion festival, Baksos dan masih banyak agenda lainnya pada perayaan Cap Go Meh yang akan dibuka Pukul 14.00 WIB.

Baca Juga :   Pemprov Sumsel Dorong Penguatan Reforma Agraria

“Panitia telah menyiapkan kapal khusus sebagai fasilitas untuk masyarakat yang akan menyaksikan gelaran ini dari aliran sungai musi secara gratis. Kita juga membantu selalu membantu dengan menerjunkan sejumlah personil untuk menjaga kebersihan toilet umum di Kampung Kapitan ini,” jelasnya.

Masih kata Isnaini, sedangkan untuk kulinernya sendiri, pihaknya sudah menekankan kepada panitia agar menyediakan makan yang halal.

“Meskipun ini peringatan warga Tionghoa, Kita sudah pesankan kepada panitia untuk menjaga kehalalan dari makanan yang disajikan di festival kuliner. Lantaran Kota Palembang sudah ditetapkan sebagai destinasi Kota Halal dari Kementrian,” pungkasnya. (rgn)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Ratusan Pegawai Kemenkumham Sumsel Ikuti Jalan Santai di Jakabaring Sport City

Palembang, KoranSN Dalam upaya menjaga kesehatan tubuh seluruh pegawai, Kanwil Kemenkumham Sumsel menggelar kegiatan olahraga …

    error: Content is protected !!