Setahun Dibangun, RSUD Rupit Memprihatinkan

Tampak Dirut RSUD Rupit dan Komisi III DPRD Muratara sedang meninjau plafon rumah sakit yang bolong. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Komisi III DPRD Kabupaten Musi Rawas utara (Muratara) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RSUD Rupit, Selasa (6/6/2017). Sebab, ada laporan dari masyarakat bahwa kondisi bangunan rumah sakit yang baru di bangun dengan APBD Kabupaten Muratara tahun 2016 itu, kini sangat memprihatinkan.

Anggota Komisi III DPRD Muratara, Hasran Akwa mangatakan RSUD Rupit dibangun dengan anggaran Rp 10,2 miliar pada APBD induk tahun 2016, kemudian setelah di APBD perubahan ada penambahan Rp 439 juta. Jadi, totalnya sekitar Rp 10,5 miliar.

“Setelah kita turun langsung, memang kondisi rumah sakit ini sangat memprihatinkan. Jadi, tidak layak kalau memang untuk ditempati ruangan penanganan bagi pasien yang sedang mengalami musibah,” kritiknya.

Ia mencontohkan, beberapa ruangan tindakan, kondisi plafonnya bocor, kemudian ruang rawat jaga atau ruangan bayi, bocor juga. Ada beberapa plafon yang tidak layak untuk ditempati, kemudian WC. Hampir seluruh WC yang ada ini bocor semuanya dan ada juga WC yang airnya meluap keatas.

Baca Juga :   Peringati Isra Mi'raj, Wakil Rakyat di Ingatkan Sholat Lima Waktu

“Kemudian ruang kelas II dan termasuk pembuangan limbah, jadi ini memang tidak layak konstruksinya, mungkin ini dari perencanaan perlu kita pertanyakan. Makanya, kita nanti akan rapat dengan Dinas PU, kita akan tanyakan dengan PPTK dan pengawas bagaimana bangunan ini bisa terjadi seperti ini,“ tukas Hasran.

Sambungnya, menurut informasi bahwa bangunan ini sudah dibayar 100 persen, tinggal masa pemeliharaan. “Kita akan lihat, kita akan tanya dengan PU dimana masa pemeliharaan, tanggung jawab dari pihak kontraktor. Kalaupun ini tidak diperbaiki sebagaimana mestinya tentu kami dari DPRD khususnya Komisi III akan bertindak, bersikap untuk diproses secara hukum, permasalahan ini tidak mungkin kita biarkan berlarut-larut, karena berdampak pada kemaslahatan orang banyak,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan mengambil sikap dan harus diusut sampai ke proses hukum yang ada, kalau memang nanti hasil dari pembicaraan rapat dengan PU ini tidak ada solusi untuk kondisi rumah sakit tersebut.

Baca Juga :   Pemdes Noman Gelar Sosialisasi Pola Hidup Sehat

Sementara itu Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, dr Jeri Afrimandho mengatakan pihaknya dari rumah sakit ini ingin gedung itu tetap bisa dipakai, sayang kalau sudah dibangun tidak dimaksimalkan.

“Aku berterima kasih atas kunjungan Komisi III, terima kasih atas perhatiannya. Karna sudah dengar keadaan rumah sakit apo yang ado dio sudah tengok permasalahan gedung itu, mungkin mereka bisa membantu solusinyo kedepan cak mano bagusnyo gedung itu,” ucapnya. (snd)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Ditetapkan Bupati dan Wabup OI Terpilih, Panca-Ardani Akan Benahi Tata Kelola Birokrasi

Indralaya, KoranSN Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Ilir (OI) resmi menetapkan pasangan calon Panca Wijaya …