Setrum Ikan di Sungai Rawas, Husein Dibekuk

Husein. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Satu dari dua tersangka penyetruman ikan di sepanjang aliran Sungai Rawas Desa Pulau Kidak ke Desa Kuto Tanjung Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Muratara, kemarin ditangkap tim patroli sungai Pemerintah Kabupaten Muratara.

Tersangka yang dibekuk yakni; Husein (30), warga Desa Pulau Kidak Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Muratara sedangkan satu pelaku lagi yakni; ‘HR’ berhasil kabur saat penangkapan.

Tersangka ditangkap atas laporan salah satu warga yang resah dengan ulah tersangka dan sejumlah rekannya.
Bersama tersangka, petugas turut mengamankan barang bukti berupa genset berkapasitas 3.000 watt, satu unit mesin ketek, dua serokan ikan sepanjang 3 meter, satu alat dayung, perahu yang dititipkan tersangka dengan Kades Kuto Tanjung dan ikan hasil tangkapan sebanyak kurang lebih lima kilogram.

Informasi dihimpun penangkapan tersangka bermula saat tersangka dan rekannya melakukan penyetruman sepanjang alur Sungai Rawas di Desa Kuto Tanjung pada Jumat malam (20/10). Ketika hendak pulang tersangka dan rekannya dihadang oleh warga Desa Kuto Tanjung dan anggota Patroli Sungai Bentukan Pemkab Muratara.

Baca Juga :   Mudik, Buronan Begal Diringkus

Tersangka tertangkap tangan berikut peralatan setrumnya, sedangkan rekannya bernama Harianto dapat melarikan diri.

Kapolres Mura, AKBP Pambudi mengatakan tersangka Husein ditangkap atas tuduhan melakukan tindak pidana dengan sengaja memiliki, menguasai, membawa, atau menggunakan alat penangkap ikan yang mengganggu dan merusak sumber daya ikan, sebagaimana termuat dalam Pasal 85 UU No 45/2009 tentang Perikanan.

“Kita tegaskan bahwa penyetruman ikan merupakan tindak pidana yang diatur UU. Sangsinya tegas dan masyarakat diminta tidak melakukan penyetruman ikan. Karena merusak ekosistem ikan dan biota sungai lainnya,” tegas AKBP Pambudi SIK dalam presa releasenya. Minggu (22/10/2017).

Baca Juga :   Spesialis Pembobol Sekolah Asal Desa Penukal Diringkus

Menurutnya, Pemkab Muratara telah membentuk petugas LPAS Kabupaten Muratara bersama Polres Mura. Petugas ini yang melakukan tindakan bersama warga menghentikan aksi penyetruman ataupun meracun ikan di aliran sungai.

“Kita ingin ekosistem sungai tidak rusak dan biota didalamnya terjaga. Jangan sampai ikan-ikan yang menjadi ciri khas daerah di Muratara punah akibat penyetruman dan aksi racun dengan zat kimia,” pungkasnya. (snd)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Lakukan Penyidikan Dugaan Korupsi di PT Asuransi Jasindo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi, terkait jasa konsultasi bisnis …