Setya Novanto Terus Menunduk Saat Jaksa Bacakan Dakwaan

Setya Novanto terus menunduk saat jaksa membacakan dakwaan. (foto-net/detiknews.com)

Jakarta, KoranSN

Setya Novanto masih menjalani sidang perdana kasus pengadaan e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta hari ini. Saat jaksa membacakan dakwaan, kepala Novanto tampak terus menunduk.

Pantauan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/12/2017), setelah sempat diskors satu jam untuk salat magrib, sidang dimulai sekitar pukul 19.10 WIB. Jaksa kemudian melanjutkan membacakan dakwaan.

Selama pembacaan dakwaan tersebut, Novanto terus menundukkan kepalanya. Badannya sesekali terayun ke depan seperti orang yang sedang mengantuk dan kemudian bersandar di kursi.

Dia sama sekali tak menegakkan kepala saat jaksa membacakan isi dakwaan yang menyebutkan dia menerima fee sebesar USD 7,3 juta dan jam tangan Richard Mille, yang kini harganya setara USD 135 ribu. Namun kepalanya mulai berdiri tegak ketika jaksa Wawan membacakan pembayaran tagihan Konsorsium PNRI ke sejumlah perusahaan.

Baca Juga :   BPN: Bambang Widjojanto Kredibel Pimpin Tim Hukum Prabowo-Sandi

Dalam dakwaan disebutkan, duit USD 7,3 juta itu diterima Novanto dari sejumlah pengusaha penggarap proyek e-KTP, antara lain Andi Agustinus alias Andi Narogong, Johannes Marliem, Anang Sugiana Sudihardjo, dan Paulus Tannos. Pertemuan di antara pengusaha itu menghasilkan kesepakatan commitment fee untuk Novanto sebagai Ketua Fraksi Golkar dan anggota DPR RI sebesar 5 persen melalui orang ‘perwakilan’ Novanto, Made Oka Masagung.

Novanto dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (detik.com)

Baca Juga :   Gempa 6,3 SR Kembali Guncang Lombok Timur
Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Wapres Terima Laporan Izin Edar GeNose Dari Menristek

Jakarta, KoranSN Wakil Presiden Ma’ruf Amin menerima laporan dari Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset …