Sidang Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya Ungkap Tak Ada Verifikasi Proposal





Suasana sidang empat terdakwa dugaan korupsi Masjid Sriwijaya saat berlangsung.(Foto-Deddy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Ketua Tim JPU Kejati Sumsel, M Naimullah SH MH yang juga Kasi Penuntutan Bidang Pidana Khusus Kejati Sumsel mengungkapkan, jika pemberian dana hibah untuk pembangunan Masjid Sriwijaya dilakukan dengan tidak ada verifikasi proposal.

Hal tersebut dikatakannya saat membacakan dakwaan untuk Eddy Hermanto (mantan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya), Syarifudin MF (Ketua Panitia Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya), Ir Dwi Kridayani (Kuasa KSO PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya) dan Ir Yudi Arminto (Project Manager PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya), terdakwa dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya pada persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (27/7/2021).

Baca Juga :   Penjual Judi Togel di Lubuklinggau Divonis 1 Tahun 6 Bulan

“Dana hibah untuk pembangunan Masjid Sriwijaya yang bersumber dari APBD Sumsel Tahun 2015 sebesar Rp 50.000.000.000 dan APBD Sumsel Tahun 2017 sebesar Rp 80.000.000.000 diberikan tanpa dilakukan verifikasi terhadap usulan tertulis atau proposal sehingga tidak melalui pembahasan pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang diketuai oleh Mukti Sulaiman selaku Seketaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan saat itu,” ungkapnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Bagikan :

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

KPK Perpanjang Penahanan 22 Tersangka Kasus Jabatan Pemkab Probolinggo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan 22 tersangka kasus dugaan suap terkait …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.