Sidang Dugaan Korupsi Proyek Jalan Bandara Atung Bungsu, Jaksa Tolak Pembelaan Syaiful dan Arif

Terdakwa Syaiful Anwar dan M Arif Kusuma Yudha saat menjalani persidangan di PN Tipikor Palembang. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Agusten Imanuddin, Senin (17/2/2020) menolak pembelaan (pledoi) Syaiful Anwar dan M Arif Kusuma Yudha yang keduanya merupakan terdakwa dugaan korupsi proyek pembangunan Jalan Akses Bandara Atung Bungsu Pagaralam.

Hal tersebut terungkap saat JPU membacakan jawaban atas pledoi terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang.

JPU Kejati Sumsel, Agusten Imanuddin di persidangan mengatakan, tuntutan pihaknya kepada terdakwa Syaiful Anwar selaku Ketua Tim Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) dan terdakwa M Arif Kusuma Yudha selaku Ketua Tim Pokja Lelang telah sesuai dari fakta persidangan. Untuk itulah dalam persidangan tersebut, pihaknya selaku JPU menolak pembelaan atau pledoi yang diajukan kedua terdakwa dan kuasa hukum yang telah disampaikan di persidangan sebelumnya.

“Pembelaan kedua terdakwa dan masing-masing kuasa hukumnya kami nilai tidak berdasar. Dari itu kami tetap pada tuntutan kami, dan menolak semua pembelaan tersebut,” tegas JPU Agusten Imanuddin.

Masih dikatakannya, jika berdasarkan keterangan saksi-saksi yang telah dihadirkan selama persidangan serta dikuatkan barang bukti maka terungkap fakta-fakta jika kedua terdakwa terbukti secara sah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Jalan Akses Bandara Atung Bungsu Pagaralam hingga menimbulkan kerguian negara Rp 5,3 miliar.

Baca Juga :   Sindikat Narkoba Myanmar di Palembang Dibongkar, Polda Sita 24 Kg Sabu dan 659 Butir Ekstasi

Dilanjutkannya, dimana dalam dugaan kasus ini perbuatan kedua terdakwa tersebut diancam pidana Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Adapun hukuman pidana untuk kedua terdakwa, yakni masing-masing 4 tahun 3 bulan penjara.

“Untuk itu dalam persidangan ini kami meminta agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Palembang yang menyidangkan kedua terdakwa dapat menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Syaiful Anwar dan terdakwa M Arif Kusuma Yudha sesuai dengan tuntutan kami,” tandasnya.

Seusai mendengarkan jawaban atas pledoi kedua terdakwa yang dibacakan oleh JPU Kejati Sumsel, Ketua Majelis Hakim Abu Hanafiah SH MH meminta tanggapan kepada kuasa hukum masing-masing terdakwa.

“Terkait jawaban yang disampaikan oleh JPU, silahkan kedua terdakwa dan kuasa hukum menanggapinya, apakah tetap dengan pledoi-nya,” tanya Hakim.

Pertanyaan Majelis Hakim dijawab masing-masing kuasa hukum kedua terdakwa secara bergiliran yang menyatakan, jika kedua terdakwa tetap pada pembelaan atau pledoi yang sebelumnya telah dibacakan di persidangan.

Baca Juga :   Dugaan Korupsi Sarana Air Bersih Lahat Tahun 2011 Diusut Kejati Sumsel

Setelah mendengarkan jawaban dari kuasa hukum, kemudian Ketua Majelis Hakim Abu Hanafiah SH MH menutup sidang dan akan kembali membuka persidangan pada Senin 24 Februari 2020 mendatang.

“Sidang dengan ini kami tutup, dan kembali dibuka Senin mendatang dengan agenda pembacaan putusan atau vonis untuk kedua terdakwa,” tutup Hakim.

Sementara usai persidangan, Kasi Pidsus Kejari Pagaralam, Willy Pramudya Ronaldo yang juga JPU dalam perkara dugaan korupsi proyek pembangunan Jalan Akses Bandara Atung Bungsu Pagaralam mengatakan, jika dalam dugaan kasus ini sebelumnya sudah ada dua terdakwa yang telah divonis hakim.

“Untuk dua terdakwa yang sudah divonis tersebut, yakni terdakwa Teddy selaku Pejabat Pembuat Komitmen yang telah dovonis Hakim dengan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara. Sedangkan satu terdakwa lagi, yakni terdakwa Teguh selaku kontraktor yang telah divonis 4 tahun penjara. Namun dari dua terdakwa ini, untuk terdakwa Teguh saat itu mengajukan banding di tingkat Pengadilan Tinggi dan hasilnya hukuman Teguh naik menjadi 9 tahun penjara,” tandasnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Polisi Tembak Tersangka Narkoba  Menyerang Petugas

Medan, KoranSN Tim Anti Bandit (Tekab) Polsek Medan Timur, Sumatera Utara, menembak tersangka pengguna Narkoba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.