Sidang Kasus Pembunuhan Toke Kopi Pagaralam Kacau

Ilustrasi. (foto-net)

Pagaralam, KoranSN

Sidang kedua, kasus perampokan disertai dengan pembunuhan terhadap Darul Kutni, di Pengadilan Negeri Kota Pagaralam, pukul 12.00 WIB, Selasa (27/2/2018), ricuh.

Suasana sidang kacau, ketika majelis hakim hendak menutup sidang dengan agenda keterangan saksi.

Bahkan sebelum dibukanya sidang, pengunjung berusaha terobos penjagaan aparat kepolisian Polres Pagaralam, saat mengawal kedatangan keempat terdakwa. Petugas yang sudah bersiaga, langsung meredam kerumunan massa, yang akhirnya keributan sebelum sidang berhasil diredam.

Pantauan dilokasi, jadwal sidang sempat molor satu jam dari agenda yang dijadwalkan, sekitar pukul 11.00 WIB. Pengunjung sidang sudah memadati lokasi sidang. Saat itu, untuk menghindari kericuhan, puluhan personel Polres Pagaralam yang sudah melakukan penjagaan bersama petugas pengamanan PN Kota Pagaralam, melakukan pemeriksaan satu persatu terhadap pengunjung, yang akan menghadiri sidang terbuka, menggunakan metal detektor.

Pukul 12.00 WIB, barulah sidang dimulai, setelah Kasat Sabhara berkoordinasi dengan Polres Pagaralam, untuk meminta tambahan personel. Sekitar dua puluh personel berjaga-jaga didalam ruang sidang mengantisipasi jalannya sidang, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Setelah jalannya sidang mendengarkan keterangan keenam saksi, yakni Lismawati alias Listi, Ahmad Brilian Alam, Indra Gandi, Ruli, Asmianto, dan Darmawansyah. Sejumlah pengunjung diduga emosi, akhirnya kembali terjadi keributan didalam ruangan sidang, disaat hakim akan menutup sidang.

Nah Apa yang terjadi sehabis sidang tiba-tiba terjadi keributan, ada yang menerobos masuk pagar pembatas mendekat para terdakwa. Tak pelak, kursi dilempar dan kegaduhan tak terhindarkan lagi. Aparat mengamankan keempat terdakwa. Sementara majelis hakim dan jaksa sempat dibuat kocar kacir, lalu meninggalkan ruangan sidang menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Baca Juga :   Sindikat Penipuan Bermodus Perusahaan Cor Beton Dibongkar

Ketua PN Pagaralam, Doni Dormun melalui Ketua Majelis Hakim, Agung Hartato SH mengatakan, sidang terpaksa diskor karena ricuh. “Sidang sempat kita skor sekitar 10 menit karena ricuh, namun kembali ditutup. Sidang dilanjutkan Selasa depan (6/3), dengan agenda pemeriksaan saksi,” kata Agung.

Sementara itu, Kapolres Pagaralam, AKBP Dwi Hartono SIk MH, melalui Kasat Sabhara, AKP Makmun, didampingi Kapolsek Dempo Utara, Iptu Wempi mengatakan, dalam persidangan diterjunkan sekitar 45 orang personil. (asn)







Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

Polda Sumsel Bongkar Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 5,6 Miliar

Palembang, KoranSN Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan (Sumsel) membongkar kasus penyelundupan 37.804 benih …

error: Content is protected !!