Sidang OTT Bupati Muara Enim, Ketua Lelang Akui Terima Suap Rp 1,5 Miliar





4 saksi memberikan keterangan pada sidang lanjutan dugaan suap Bupati Muara Enim di PN Tipikor Palembang, Selasa (10/3/2020). (Foto Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Dalam sidang lanjutan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Muara Enim, Selasa (10/3/2020) di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, Ilham Sudiono selaku Ketua Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) lelang dihadirkan menjadi saksi terdakwa Ahmda Yani.

Saat memberikan kesaksian, Ilham Sudiono mengakui jika dirinya menerima uang suap Rp 1,5 miliar lantaran memenangkan perusahaan milik kontraktor Robi Okta Fahlefi (terpidana) dalam lelang 16 paket proyek pekerjaan.

“Uang Rp 1,5 miliar yang saya terima ini, kata Robi uang ucapan terimakasih, karena perusahaan Robi menang lelang hingga mendapatkan 16 paket proyek pekerjaan tersebut. Namun semua uang yang saya terima itu, telah saya kembalikan ke negara ketika saya diperiksa oleh penyidik KPK,” ungkapnya.

Dijelaskannya, 16 paket proyek pekerjaan tersebut didapatkan oleh Robi Okta Fahlefi lantaran sebelum lelang dirinya memberikan persyaratan lelang kepada Robi hingga perusahaan milik Robi menjadi pemenang lelang.

“Saya membocorkan syarat-syarat lelang karena Elfin menyampaikan kepada saya kalau perintah dari bupati untuk 16 paket proyek pekerjaan pembangunan jalan tersebut milik Robi. Makanya sejak awal pemenang lelangnya sudah saya arahkan,” katanya.

Baca Juga :   Istri Tewas Dibekap Bantal Lalu Dibacok, Suami Dihantam Benda Tumpul

Sementara Brory Wahyudi pegawai Bank Mandiri yang juga saksi dalam persidangan mengungkapkan, jika sebelum adanya OTT KPK dirinya sempat memberikan pelayanan atas nama nasabah bernama Robi Okta Fahlefi.

“Robi merupakan nasabah prioritas di Bank Mandiri. Dan selama menjadi nasabah kami, Robi pernah membeli uang dolar sebanyak 35 ribu dolar dengan harga Rp 500 juta. Selain itu, Robi juga pernah membeli mata uang China senilai 15 ribu Yuan dengan harga Rp 31 juta lebih,” jelasnya.

Pada persidangan tersebut, Jennifer pegawai PT Paser Beton juga dihadirkan menjadi saksi. Dikatakannya jika PT Paser Beton merupakan perusahaan milik Robi Okta Fahlevi.

“Di perusahaan tersebut saya menjabat sebagai staf di bagian administrasi dan keuangan. Terkait kesaksian saksi Brory Wahyudi yang merupakan pegawai Bank Mandiri, memang saat itu saya mencatat pengeluaran pembelian uang dolar sebesar 35 ribu dolar, dan pembelian mata uang China senilai 15 ribu Yuan. Saya mencatatnya dibuku catatan atas perintah Pak Robi,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam catatan yang dibuatnya tersebut untuk uang dolar sebesar 35 ribu dolar diperuntukan Omar atau Ahmad Yani. Sedangkan mata uang China senilai 15 ribu Yuan, diperuntukan Om Yes atau Aries HB (Ketua DPRD Muara Enim).

Baca Juga :   KPK Awasi Sidang Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

“Selain itu, saya juga mencatat uang untuk Ilham Sudiono dan Kadis PUPR Ramlan Suryadi serta uang pengeluaran pembelian tiket pesawat dan hotel untuk Elfin. Bukan hanya itu, atas perintah Pak Robi saya juga mencatat semua pemberian uang untuk Pak Ahmad Yani,” jelas saksi Jennifer.

Di persidangan keterangan para saksi dijawab oleh terdakwa Ahmad Yani. Dikatakannya, jika dirinya keberatan atas kesaksian Ilham Sudiono.

“Sementara untuk keterangan saksi Brory Wahyudi, itu saya tidak tahu. Sedangkan terkait kesaksian Jennifer saya juga tidak tahu, bahkan catatan yang dibuat saksi tidak jelas,” tandas Ahmad Yani.

Usai mendengarkan keterangan saksi dan jawaban dari terdakwa Ahmad Yani, Ketua Majelis Hakim Erma Suharti SH MH dan Hakim Anggota Junaidah SH MH dan Abu Hanifah SH MH menutup persidangan dan akan kembali membuka persidangan Selasa 17 Maret 2020.

“Dengan ini sidang kita tutup dan akan kembali dibuka Selasa mendatang dengan agenda keterangan saksi lainnya,” tandas Hakim. (ded)

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Ahli Terdakwa Eddy Cs: Kerugian Negara Perkara Masjid Sriwijaya Bukan Total Loss

Palembang, KoranSN DR Riad Horem selaku Ahli Pengadaan Barang dan Jasa yang dihadirkan Eddy Cs, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.