Sidang Vonis OTT Bupati Muara Enim, 5 Tahun Untuk Ahmad Yani



Sidang terdakwa Ahmad Yani yang digelar secara teleconference di PN Tipikor Palembang. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Lima tahun kurungan penjara untuk Bupati Muara Enim, Ahmad Yani diputuskan oleh Majelis Hakim dalam sidang vonis dugaan kasus suap 16 paket proyek terkait dana aspirasi DPRD Muara Enim yang digelar secara teleconference di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, Selasa (5/5/2020).

Ketua Majelis Hakim, Erma Suharti SH MH didampingi Hakim Anggota Abu Hanifah SH MH dan Junaidah SH MH saat membacakan putusan vonis di persidangan mengatakan, dalam kasus ini terdakwa Ahmad Yani selaku Bupati Muara Enim terbukti melanggar Pasal 12 huruf (a) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

“Dengan ini mengadili, terdakwa Ahmad Yani telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sehingga menjatuhkan vonis kepada terdakwa selama lima tahun kurungan penjara, dan terdakwa dibebankan denda sebesar Rp 200 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti kurungan selema 6 bulan,” tegas Ketua Majelis Hakim.

Masih dikatakannya, bukan hanya itu dalam vonis tersebut terdakwa juga dibebankan uang pengganti sebesar Rp 2,1 miliar dan jika uang pengganti itu tidak dibayar maka harta benda milik terdakwa disita untuk dilelang.

“Apabila harta dan benda yang dilelang nilainya tidak mencukupi uang pengganti, maka hukuman terdakwa ditambah menjadi 8 bulan penjara,” katanya.

Diungkapkan Hakim, vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa lantaran berdasarkan fakta persidangan terdakwa Ahmad Yani telah menerima uang fee dan dua unit mobil, yang terdiri dari mobil minibus dan mobil pickup, yang semuanya merupakan pemberian dari kontraktor Robi Okta Fahlevi (terpidana).

“Uang fee dan dua unit mobil tersebut diterima oleh terdakwa Ahmad Yani secara bertahap yang diserahkan oleh kontraktor Robi Okta Fahlevi melalui A Elvin MZ Muchtar (terpidana). Selain itu, dalam perkara ini terdakwa juga menerima sebidang tanah di Muara Enim yang dibelikan oleh A Elvin MZ Muchtar menggunakan uang pemberian dari Robi Okta Fahlevi,” terangnya.

Baca Juga :   Kejati Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Fiktif Dinsos 2015, Apriyadi: Saya Tidak Tahu Pelaksanaannya

Lebih jauh dikatakan Hakim, dalam perkara ini kontraktor Robi Okta Fahlevi memberikan uang fee 15 persen dengan total Rp 13,5 miliar untuk mendapatkan 16 paket proyek terkait dana aspirasi DPRD Muara Enim di Dinas PUPR Muara Enim.

“Uang Rp 13,5 miliar ini semuanya diberikan kepada A Elvin MZ Muchtar atas perintah terdakwa Ahmad Yani, yang mana perintah tersebut yakni pemberian fee hanya dilakukan satu pintu. Kemudian uang tersebut dibagi-bagian Elvin atas perintah Ahmad Yani. Adapun yang menerima fee tersebut terdiri dari; terdakwa Ahmad Yani, A Elvin MZ Muchtar, Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi, Ketua DPRD Muara Enim Aries HB, Wabup Muara Enim Juarsah dan Ketua Pokja Lelang Ilham Sudiono,” papar Hakim.

Lanjut Hakim, dari itulah perbuatan terdakwa Ahmad Yani selaku Bupati Muara Enim secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Dimana terdakwa yang merupakan penyelengara negara terbukti menerima janji berupa uang atau barang untuk menggerakkan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban terdakwa sebagai Bupati Muara Enim.

“Sementara untuk hal yang memberatkan, terdakwa Ahmad Yani tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi, dan terdakwa yang menjabat sebagai bupati tidak memberikan contoh yang baik. Kemudian untuk hal yang meringankan, terdakwa memiliki tanggungan keluarga,” tandas Hakim.

Usai membacakan putusan vonis, Ketua Majelis Hakim, Erma Suharti SH MH meminta tanggapan kepada penasehat hukum dari terdakwa dan JPU KPK, apakah menerima putusan tersebut atau mengajukan langkah hukum banding.
Menjawab pertanyaan Hakim, Maqdir Ismail selaku penasehat hukum terdakwa Ahmad Yani mengungkapkan, jika pihaknya akan berkoordinasi lebih dulu dengan timnya dan terdakwa Ahmad Yani.

Baca Juga :   Pelaku Hipnotis di 16 Ilir Diringkus

“Terkait putusan tersebut kami akan berkoordinasi dulu. Namun ada hal yang kami sampaikan dalam sidang ini yang merupakan persoalan mendasar. Dimana keterangan A Elvin MZ Muchtar selama di persidangan sepertinya keterangannya semuanya dibenarkan. Kemudian kami juga meminta kiranya Hakim mengecek dua unit mobil yang katanya untuk Ahmad Yani. Sebab, dua mobil itu bukanlah mobil pemberian namun Pemkab yang meminjamnya,” tegasnya.

Sedangkan JPU KPK, Roy Riadi didampingi M Riduan mengungkapkan, jika pihaknya meminta waktu tujuh hari untuk menyatakan sikap terkait vonis Majelis Hakim terhadap terdakwa Ahmad Yani.

“Jadi, kami pikir-pikir tujuh hari kedepan untuk menyatakan sikap. Sedangkan untuk A Elvin MZ Muchtar yang sudah divonis minggu lalu, yang besangkutan menyatakan jika terdakwa sudah menerima putusan tersebut,” ungkap JPU.

Setelah mendengarkan tanggapan dari penasehat hukum terdakwa dan JPU KPK, Ketua Majelis Hakim, Erma Suharti SH MH menutup persidangan.

Diketahui, dalam perkara ini kontraktor Robi Okta Fahlevi yang merupakan pihak penyuap beberapa waktu lalu sudah divonis Majelis Hakim dengan hukuman pidana 3 tahun penjara. Sedangkan A Elvin MZ Muchtar selaku Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan di Dinas PUPR Muara Enim juga telah divonis Hakim dengan hukuman 4 tahun penjara.

Bukan hanya itu, belum lama ini KPK juga telah menetapkan dua tersangka baru dan melakukan penahanan. Adapun kedua tersangka tersebut, yakni Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim, Ramlan Suryadi dan Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Rabu Ini Finda Mantan Wawako Palembang Dipanggil Kejari Terkait Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Hibah PMI

Palembang, KoranSN Fitrianti Agustinda atau Finda mantan Wakil Walikota (Wawako) Palembang yang juga Ketua Palang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

    error: Content is protected !!