Sigap Insiden, Pertamina Latih 45 Safety Man SPBU







Pertamina MOR II Sumbagsel kembali melatih sebanyak 45 orang manager dan pengawas SPBU di wilayah Sumatera Selatan pada 11 – 12 Agustus 2017.–foto ist

Palembang,koransn-
Beberapa waktu yang lalu terjadi insiden terbakarnya kendaraan konsumen di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten OKU. Penyebabnya adalah percikan api yang berasal dari mobil konsumen. Insiden tesebut tidak berdampak luas, berkat kecekatan petugas SPBU yang segera mengevakuasi kendaraan yang terbakar dan memadamkannya dengan alat pemadam kebakaran.

Penanganan insiden yang baik tersebut adalah hasil dari pelatihan keamanan dan keselamatan SPBU sebagai bagian dari manajemen safety SPBU. Untuk terus meningkatkan kesadaran dan kesigapan petugas SPBU, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel kembali melatih sebanyak 45 orang manager dan pengawas SPBU yang berada di wilayah Sumatera Selatan pada 11 – 12 Agustus 2017. Para peserta dibekali pengetahuan dan praktik pemadaman api.

Pelatihan berkala dan berkesinambungan ini sangat penting. Karena data menunjukkan insiden yang terjadi di SPBU, 70% disebabkan oleh faktor manusia. Sisanya disebabkan faktor-faktor lain seperti sarana dan fasilitas.

“Harapannya melalui pelatihan ini para petugas yang melayani konsumen di SPBU dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuannya dalam aspek keselamatan kerja. Pertamina mewajibkan seluruh SPBU untuk menunjuk safety man,” jelas Area Manager Communication & Relations Sumbagsel, M Roby Hervindo.

Roby melanjutkan, setiap petugas SPBU juga harus memahami resiko bahaya yang mungkin saja terjadi di lingkungan kerjanya.

Baca Juga :   Pusri Raih Dua Penghargaan Pada Asean Risk Award 2022, Konsisten Menerapkan Kebijakan Risiko

“Sehingga para petugas mampu melakukan penanggulangan keadaan darurat tersebut. Kesigapan dalam bertindak ini yang sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan resiko bahaya yang lebih besar,” tuturnya.

Pertamina juga menghimbau para konsumen agar dapat memahami segala resiko bahaya tersebut dengan mematikan mesin saat pengisian bahan bakar, tidak mengaktifkan alat komunikasi dan alat pemantik api selama di SPBU serta tidak merokok.

“Peraturan ini harus kita patuhi bersama agar kita semua terhindar dari bahaya kebakaran di SPBU,” tegas Roby.(rls)







Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Sukses Energize SUTET 275 kV Muara Enim-Gumawang dan GITET 275 kV Gumawang, PLN Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama Anak Yatim

OKU Timur, KoranSN PLN meresmikan SUTET 275 kV Muara Enim-Gumawang dan berhasil menambah kapasitas pasokan …

error: Content is protected !!