Silaturahmi dengan Masyarakat, M Nasir Didukung Jadi Bupati Muba 2024





“Berkat ilmu Tata Kelola Keuangan yang saya miliki. Apabila saya nantinya diberikan amanah dari bapak-bapak dan ibu-ibu serta seluruh masyarakat Muba, dan diridhoi oleh Allah SWT, maka hal hal demiikian takkan terulang lagi,” ucap mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Musi Banyuasin (IMMUBA) tersebut.

Terus terang, lanjut pria yang akrab dipanggil Kak Nasir ini, niatnya membenahi Muba berawal ketika ia menonton di Televisi Nasional mengenai jalan rusak di Kecamatan Jirak Jaya, Muba. Lalu dirinya bertanya-tanya mengapa bisa terjadi hal demikian. Sebab Muba daerah terkaya di Sumsel, dan ini pasti ada yang salah.

“Kemudian saya cari tahu dimana letak kesalahannya, ternyata setelah saya pelajari di tahun 2021 Muba itu terlalu tinggi pada belanja operasional? Belanja operasional inilah yang menyebabkan Muba itu sangat kecil dianggarkan untuk biaya pembangunan, makanya kedepan kita akan rubah pola kebijakan anggaran yang sebelumnya belanja operasinya sangat tinggi Rp 2,6 Triliun (diluar Dana Desa), dan belanja pembangunan atau belanja modal diangka Rp 700 Miliar,” jelas Kak Nasir.

Baca Juga :   2019 Kelurahan di Lubuklinggau Terima Kucuran Dana Ratusan Juta

Diungkapkannya, jika kedepannya hal itu akan dirubah, dimana sebelumnya belanja operasinya akan dikurangi dan akan pindahkan ke belanja pembangunan hingga kedepannya belanja pembangunan akan dialokasikan anggaran Rp 1,8 hingga Rp 2 triliun dalam satu tahun anggaran.

“Sekarang bagaimana mengenai anggaran Rp 1,8 hingga 2 triliun tersebut? Sekarang jumlah desa di Muba ada 227 desa dan 13 kelurahan sehingga total desa dan kelurahan 240. Sekarang kita harus bangun mulai dari desa kita sama ratakan dulu tiap desa, desa ini kita anggarkan dalam tiap tahun sebesar Rp 5 miliar itu khusus ke semua desa dan kelurahan, tanpa pengecualian mau desa besar atau desa kecil kita sama ratakan dulu. Tentu saja itu di luar Dana Desa,” tegasnya.

Sehingga kalau setiap desa dan kelurahan dianggarkan Rp 5 miliar dikali 240 maka totalnya Rp 1,2 triliun maka masih ada sisa hingga Rp 800 miliar.

“Nah sisanya tersebut masih kita gunakan untuk pembangunan segala prioritas. Contohnya begini, jalan poros dari Lalan menuju Sungai Lilin sekitar 60 kilometer, kalau kita mau bangun dengan daya tekan K300 supaya mobil bertonase 15 ton itu bisa lewat dengan lebar 6 meter panjangnya 60 kilometer, itu kita harus mengalokasikan paling tidak Rp 200 miliar. Dengan anggaran Rp 200 miliar itu kalau kita alokasikan dalam 2 tahun, artinya kita mengangarkan jalan tersebut Rp 100 miliar pertahunnya. Jadi dalam waktu 2 tahun problem jalan poros dari Kecamatan Lalan ke Kecamatan Sungai Lilin selesai,” terangnya.

Baca Juga :   Tinjau Vaksinasi di Tempirai Timur, Kapolres Turut Bagikan Beras

Kemudian, lanjut M Nasir, jalan dari Simpang Kelurahan Mangun Jaya menuju Desa Keban 1, Macang Sakti dan Lubuk Bintialo itu rusak yang panjangnya sekitar 60 kilometer maka akan dibangun tahun pertama Rp 100 miliar dan tahun kedua Rp 100 miliar maka dalam dua tahun jalan itu akan mulus. HALAMAN SELANJUTNYA>>





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Delapan Tahun Berdiri, Dirut PT SBS Apresiasi Seluruh Karyawan

Muara Enim, KoranSN PT Satria Bahana Sarana (SBS) yang merupakan grup PT Bukit Asam Tbk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!