Siska Bayar 2 Pelaku Habisi Nyawa Ipung Salon di Lubuklinggau





Tersangka Anton Apriyanto alias Siska Sarangheyo alias Wahab memperagakan adegan menyerahkan uang kepada dua pelaku yang masih buron. (foto-dedy/koransn)

Lubuklinggau, KoranSN

Penyidik Satreskrim Polres Lubuklinggau, Jumat (27/9/2019) menggelar rekontruksi kasus pembunuhan korban Muhammad Efendi alias Ipung Salon (65).

Dalam rekontruksi yang digelar sebanyak 17 adegan tersebut, dihadirkan tersangka Anton Apriyanto alias Siska Sarangheyo alias Wahab (38) yang memperagakan adegan pembunuhan korban.

Terungkap dalam rekonstruksi, tersangka Siswa membayar dua pelaku lainnya dengan uang Rp 1 juta untuk ikut menghabisi nyawa korban.

Adapun kedua pelaku tersebut yakni ‘DE’ dan ‘RE’ yang keduanya belum tertangkap. Dalam rekonstruksi tersebut, untuk ‘DE’ dan ‘RE’ yang masih buron adegannya dilakukan oleh peran pengganti.

Baca Juga :   KPK Tahan Bupati Muara Enim Juarsah

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui KBO Reksrim, Iptu Sudarno mengatakan, ada 17 adegan
dalam rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut.

Masih dikatakannya, jika rekonstruksi digelar untuk melengkapi berkas perkara tersangka.

Diberitakan sebelumnya, warga di sekitaran Jalan Yos Sudarso Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau, Jumat (23/8/2019) pukul 10.00 WIB, digegerkan dengan kabar Muhammad Effendi alias Pung Loi atau yang biasa diakenal Ipung pemilik Ipung Salon ditemukan tewas bersimbah darah.

Korban ditemukan tewas di ruangan belakang rumahnya (Salon, red). Saat ditemukan, mayat Ipung dalam posisi terlentang mengenakan celana warna abu-abu sedengkul, kaos warna kuning. Kemudian di tubuh korban ditemukan banyak luka tusukan senjata tajam.

Baca Juga :   Korban Tabrak Lari di Soekarno Hatta, Pengendara Motor Tewas

Dari hasil penyelidikan kasus tersebut akhirnya, Senin malam (26/8/2019) sekitar pukul 23.00 WIB, pihak kepolisian Polres Lubuklinggau menangkap Siska, yang saat diamankan tersangka tengah berjoget di hajatan salah satu warga di Kecamatan Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau. (rif)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Dugaan Korupsi Pupuk PT Pusri Terus Diusut Kejati

Palembang, KoranSN Kejati Sumsel hingga kini masih terus mengusut dugaan kasus korupsi ekspor pupuk non …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.