Songket dan Kuliner Jadi Fokus Industri Kreatif Palembang





Kemenperin

Jakarta, SN

Pengembangan industri kreatif dari Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) terus dipacu seiring beragamnya produk dan pelaku usaha muda yang bertambah. Kain songket dan kuliner menjadi produk unggulan dari kota yang dibelah Sungai Musi itu.

Apalagi, kekhasan songket Palembang diperkaya oleh pengaruh perpaduan beberapa budaya yang mewarnai sosial-budaya itu. Menurut sejarahnya, kain songket Palembang mendapat pengaruh cukup kuat oleh India dan Tiongkok.

Menteri Perindustrian, Saleh Husin mengungkapkan hal itu saat meresmikan pembukaan Pameran Sriwijaya Exhibition III, di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kemarin.

“Cantiknya songket Palembang juga didukung oleh telatennya para perajin memasukkan pernik-pernik yang detail, jadi ada unsur ’craftmanship’ yang terus dipertahankan. Juga semakin berkembang oleh kreativitas desainer dan pelaku usaha mudanya,” katanya usai membuka pameran yang berlangsung pada 6-9 Oktober.

Songket Palembang juga tampak selaras pada jenis kain-kain songket di wilayah lain seperti Jambi, Riau, dan Medan. Kain ini menunjukkan cita rasa yang mewakili kebesaran orang-orang yang mengenakan.

Kuliner Palembang juga menjadi fokus pengembangan lebih lanjut. Ragamnya beraneka macam mulai dari yang berbasis pempek antara lain lenjer, kapal selam, keriting hingga pempek kulit. Selain itu, terdapat jenis lainnya seperti kue bluder, masakan laksan dan celimpungan.

Baca Juga :   Media Pengaruhi Karakter Anak

Teknologi informasi dan media sosial bisa dimaksimalkan untuk pemasaran songket dan kuliner. “Beberapa pelaku usaha pempek di Palembang sudah mulai mengirimkan produknya melalui paket keluar daerah, nilai jualnya adalah jaminan keaslian bahan baku, proses produksi dan cukanya benar-benar dari Palembang,” jelasnya.

Ada tiga sektor unggulan di bidang industri kreatif seperti kuliner, fesyen, dan kerajinan yang menjadi penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar. Pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi kreatif mencapai 5,76 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,74 persen.

Pada tahun 2015-2019 mendatang kontribusi PDB ekonomi kreatif ditargetkan akan mencapai 7-7,5 persen dengan syarat pertumbuhan PDB Industri Kreatif minimal 5-6 persen. Selain itu, tingkat partisipasi tenaga kerja industri kreatif juga ditargetkan mencapai 10,5 -11 persen dari total tenaga kerja nasional, peningkatan devisa negara mencapai 6,5 persen – 8 persen.

Baca Juga :   Recovery Alam, Herman Deru Galakkan Warganya Menanam Pohon

Pemerintah juga berharap, industri kreatif di Sumsel terus dikembangkan dengan tidak tergantung pada material impor agar tidak terkena imbas kenaikan nilai tukar dollar yang sedang terjadi di beberapa negara termasuk Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel H Mukti Sulaiman mengatakan pihaknya terus mendorong usaha songket Palembang untuk semakin berani mengembangkan motif dan teknik produksi, dengan tetap menjaga unsur tradisional sekaligus memperluas pasar.

“Pelaku usaha songket Palembang juga kami dorong untuk semakin berani mengembangkan motif dan teknik produksi. Jadi unsur tradisionalnya tetap kita jaga, sekaligus memperluas pasar baik di Sumsel sendiri maupun ke daerah lain hingga manca negara,” ujarnya.

Pihaknya mengusung langkah pengembangan melalui penguatan keterampilan perajin, memfasilitasi teknis produksi dengan mengoptimalkan peralatan, menguatkan standar produksi, melindungi karya mereka dengan HKI dan ditambahkan dengan penguatan pasar dalam bentuk pameran-pameran di berbagai tempat khususnya di Plasa Pameran Industri, Kemenperin. (yun)







Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Rutan Banjarnegara Raih Peringkat ke-3 Latihan Menembak Bersama Kodim 0704

Banjarnegara, KoranSN Sebagai upaya meningkatkan keterampilan petugas, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara bekerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

    error: Content is protected !!