Spesialis Begal Sadis di Banyuasin Diringkus





begal-usni-tamrin-alias-rustam-alias-cek-mengenakan-baju-tahanan-dan-bertongkat-saat-digiring-petugas-di-polda-sumsel-edit
FOTO-DEDY/KORANSN/. BEGAL-Usni tamrin alias Rustam Cek(mengenakan baju tahanan dan bertongkat) saat digiring petugas di Polda Sumsel.

Palembang,KoranSN
Usni Tamrin alias Rustam alias Cek (43) spesialis begal sadis, Selasa (13/9/2016) diringkus aparat kepolisian dari Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. Tersangka yang tercatat sebagai warga Dusun I Desa Panandingan RT 001 RW 001 Kelurahan panandingan Kecamatan Rantau Bayur Banyuasin ini, ditangkap polisi saat hendak menjualkan sepeda motor jenis matic hasil kejahatannya di kawasan Dusun Tanjung III Kecamatan Rantau Bayur Banyuasin.

Polisi terpaksa melumpuhkan bapak empat anak ini lantaran saat akan ditangkap tersangka mencoba melawan dan hendak melarikan diri. Akibatnya, betis kanan kaki tersangka ditembak polisi.

Dalam gelar tersangka di Polda Sumsel, Kamis (15/9/2016), Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TM Silitonga didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Hans Rahmatulah mengatakan, tersangka Usni Tamrin alias Rustam alias Cek sudah melakukan aksi begal motor sebanyak tiga kali. Bahkan dalam aksi begal, dilakukan tersangka dengan kelompok yang berbeda-beda.

“Tersangka ini merupakan begal sadis. Sebab setiap beraksi tersangka dan komplotannya selalu menggunakan senjata api dan senjata tajam mengancam korbannya. Apabila korban melawan maka tersangka ini tak segan-segan melukai korbannya,” katanya.

Masih dikatakan Daniel, tersangka ditangkap usai melakukan aksi ketiganya di Simpang Kemang Dua KM 55 Desa Lubuk Lacang Kecamatan Soak Tapeh Banyuasin. Dimana aksi ketiga tersangka ini dilakukan tersangka bersama Salim (DPO).

Baca Juga :   Polsek Talang Ubi Ringkus Pengedar Narkoba

“Dalam aksi begal motor, tersangka menggunakan modus membuntuti korbannya. Ketika di lokasi sepi tersangka memepetkan sepeda motor yang dikendarainya kepada sepeda motor korban, sehingga korban terjatuh. Disaat itulah tersangka Usni Tamrin mengancam korban dengan pisau sedangkan tersangka Salim (DPO) mengancam dengan senjata api. Lalu, mereka merampas sepeda motor milik korban,” jelasnya.

Dilanjutkan Daniel, dengan tertangkapnya tersangka kini anggotanya sedang melakukan pengembangan karena tak menutup kemungkinan tersangka juga terlibat aksi begal motor di wilayah lainnya di Sumsel, termasuk di Kota Palembang.

“Kalau untuk komplotan tersangka ini ada sebagian yang telah tertangkap dan kini menjalani proses hukum. Sedangkan sebagian pelaku lainnya termasuk Salim sampai kini masih dikejar anggota di lapangan. Dalam kasus ini tersangka Usni Tamrin alias Rustam alias Cek dijerat dengan Pasal 365 KUHP,” tandasnya.Sementara tersangka Usni Tamrin alias Rustam alias Cek mengakui perbuatannya. Dimana aksi begalnya telah dilakukannya sebanyak tiga kali dengan komplotan yang berbeda.

“Kalau untuk aksi begal motor yang pertama dan kedua saya lakukan bersama; Holidi, Sikin, Irawan, Andi, Bur. Dalam aksi tersebut saya mendapat bagian uang Rp 700 ribu dari sepeda motor yang kami begal, dan setiap beraksi Holidi dan Bur membawa senjata api sementara saya hanya membawa pisau. Sedangkan untuk aksi begal motor yang ketiga, hanya saya lakukan bersama Salim saja. Saat berakasi, Salim membawa senjata api dan saya membawa pisau untuk mengancam dan menakuti korban,” ungkapnya.

Baca Juga :   2018, Satres Narkoba Polresta Ditarget Harus Berhasil Ungkap Lebih Dari 20 Kg

Dilanjutkannya, selain telah melakuka aksi begal motor dirinya juga pernah melakukan aksi pencurian sepeda motor yang dilakukannya tahun 2008 lalu. Namun dalam aksi tersebut ia tertangkap polisi.”Ketika itu saya divonis hakim 8 tahun penjara. Setelah bebas dari penjara saya tak punya pekerjaan, dari itulah saya ikut melakukan aksi begal motor ini yang uang dari hasil begal motor saya pergunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” pungkasnya. (ded)





Publisher : Alwin

Lihat Juga

KPK Jelaskan Konstruksi Perkara Suap Hakim Agung dan Kawan-kawan

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan konstruksi perkara yang menjerat Hakim Agung pada Mahkamah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!