Status Darurat Corona, Pengamat: KPU Harus Mundurkan Pilkada 2020





Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, Ujang Komaruddin. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Pengamat politik Ujang Komaruddin mengatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus memundurkan jadwal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Hal itu mengingat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menetapkan status darurat nasional karena wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) hingga 29 Mei 2020.

“Jika (COVID-19) sudah dianggap darurat nasional, KPU bisa memundurkannya,” kata Ujang melalui pesan singkat yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa (17/3/2020).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu mengingatkan KPU harus bertanggung jawab jika suspect COVID-19 bertambah banyak karena kegiatan prapilkada seperti kampanye yang diadakan sesuai dengan jadwal karena pilkada tidak diundur.

“Nanti jika banyak yang ter-suspect karena kampanye, KPU harus bertanggung jawab,” katanya menandaskan.

Sebelumnya, BNPB menyatakan telah memperpanjang status keadaan tertentu darurat bencana wabah akibat COVID-19.

Dalam surat keputusan bernomor 13.A Tahun 2020, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengatakan memperpanjang keadaan darurat ini dari 29 Februari sampai dengan 29 Mei 2020.

Baca Juga :   Kemenag Lampung: Jamaah Haji Belum Pulang dari Arab Saudi Tiga Kloter

Jika sampai tanggal tersebut COVID-19 masih menyebar secara masif, pengunduran pilkada, kata Ujang, adalah sebuah keniscayaan.

Namun, jika hingga tanggal tersebut, COVID-19 sudah bisa ditanggulangi oleh Pemerintah, Ujang mengatakan bahwa Pilkada 2020 masih bisa lanjut sesuai dengan rencana. (Antara)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Presiden Iran

Jakarta, KoranSN Presiden RI Joko Widodo turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Presiden …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!