Studi: Belanda Gunakan Kekerasan Berlebihan di Perang Kemerdekaan RI



Duta Besar (Dubes) RI untuk Belanda, Mayerfas, menghadiri acara Pembukaan Pameran Revolusi Kemerdekaan Indonesia di Rijksmuseum Belanda pada Kamis (10/2/2022). (Foto-Antara/Reuters)

Amsterdam, KoranSN

Sebuah tinjauan sejarah penting menemukan bahwa militer Belanda terlibat dalam “penggunaan kekerasan ekstrem yang sistematis dan meluas” selama perjuangan kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949, dan pemerintah Belanda pada saat itu memakluminya.

Temuan tinjauan oleh akademisi dan pakar dari kedua negara itu diterbitkan pada Rabu (16/2/2022) malam sehari sebelum dijadwalkan untuk dirilis setelah kesimpulan utama telaah itu bocor ke sejumlah media berita Belanda.

Baca Juga :   Kasus COVID-19 di Inggris Naik Empat Kali Lipat Sejak Juni

Lebih dari 70 tahun kemudian, temuan bahwa Belanda menggunakan kekuatan berlebihan saat berusaha untuk merebut kembali kendali atas bekas jajahannya pada periode segera setelah Perang Dunia Kedua tidak mengejutkan.

Namun pemerintah Belanda tidak pernah sepenuhnya mengakui tanggung jawabnya atas penggunaan kekerasan ekstrem yang sistematis dan meluas itu.

Pemerintahan Perdana Menteri Mark Rutte diperkirakan akan menanggapi temuan itu pada Kamis (17/2/2022). (Antara/Reuters/andi)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Uni Emirat Arab Alami Curah Hujan Terbesar dalam 75 Tahun Terakhir

Istanbul, KoranSN Uni Emirat Arab (UAE) mengalami curah hujan terbesar dalam 75 tahun terakhir pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!