Studi: Sibuk Bermain Ponsel Sebabkan Tuli Sementara



Ilustrasi.
Ilustrasi.

Berkirim pesan singkat memang telah menjadi bentuk komunikasi yang lazim. Begitu pula dengan memainkan ponsel yang merupakan kebiasaan hampir semua orang yang memiliki ponsel pintar. Namun, itu ternyata memberikan dampak buruk tersendiri pada kesehatan.

Jika Anda punya seorang teman yang selalu berkutat dengan ponsel dan mengabaikan sekelilingnya, bisa jadi bukan karena dia kelewat sibuk, melainkan karena ia menderita tuli sementara. Demikian menurut sebuah studi yang belum lama ini dilakukan.

Dilansir dari Food World News, studi yang dilakukan peneliti di University College London menunjukkan, ketika seseorang melakukan aktivitas virtual, seperti memilih emoticon lucu di Facebook, maka mereka bisa mengalami tuli sementara, terutama pada suara dengan tingkat normal disekitarnya.

Ya, saat sibuk mengirim pesan singkat atau memainkan ponsel, Anda bisa jadi tidak mendengar teman yang sedang berbicara dengan Anda.

Baca Juga :   Kesembuhan COVID-19 di PPU Mencapai 88,76 Persen

Kondisi tersebut dinamakan inattentional deafness dan sering terjadi pada banyak orang. Mereka yang mengalami hal ini umumnya tidak menyadarinya, terutama ketika mereka melakukan beberapa pekerjaan sekaligus dalam waktu yang sama.

“Lingkungan modern didesain dengan asumsi bahwa menyediakan informasi melalui sejumlah indera, secara bersamaan akan membantu kita memproses lebih banyak informasi dengan lebih efisien,” ujar Dr. Maria Chait, profesor dan ahli saraf yang juga peneliti studi tersebut.

Ia menambahkan, temuannya itu mendemonstrasikan bahwa asumsi tadi tidaklah benar.

Studi yang telah dipublikasikan di Journal of Neuroscience itu melibatkan scan otak sebanyak 13 peserta, ketika mereka sedang melakukan pekerjaan visual yang menantang.

Baca Juga :   IDI Harapkan Pemerintah Siapkan Vaksin COVID-19 untuk Anak-anak

Setiap kali seseorang mendengar suara, telinga mereka mengirim sinyal ke otak untuk menginterpretasikannya. Tugas otak adalah mendorong informasi dan menganalisisnya di dalam alam bawah sadar.

Meski begitu, jika seseorang melakukan pekerjaan visual, otak tidak berhasil memproses suara karena otak sedang sibuk dengan pekerjaan visual tadi.

Di sinilah malafungsi telinga ke otak mulai terjadi. Itu mengakibatkan, sinyal apapun yang dikirim oleh telinga ke otak tidak akan diproses atau didengar. (Viva.co.id)

Publisher : Anton Wijaya

Lihat Juga

Kemenkes Laporkan Capaian Penanggulangan Hepatitis Melalui Dashboard

Jakarta, KoranSN Kementerian Kesehatan meluncurkan layanan Dashboard Program Hepatitis C sebagai inovasi pelaporan capaian program …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.