Sudden Death Tewaskan Kelvin Calon Pengantin





POLICE LINE – Tampak polisi memasang police line di pintu kontrakan yang dihuni korban Windi Kelvin. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Berdasarkan hasil visum dokter forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang terhadap jenazah Windi Kelvin (26) calon pengantin yang ditemukan tewas dikotrakan korban. Diketahui jika korban menghembuskan nafas terakhir disebabkan, sudden death.

Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang, Dr Indra Syakiti Nasution SpF, Senin (16/1/2017) mengatakan, setelah pihaknya melakukan visum terhadap jenazah Kelvin. Hasilnya, korban menghembuskan nafas terakhir disebabkan karena, sudden death.

Dijelaskan Indra, istilah forensik, sudden death yakni korban yang meninggal dunia secara tiba-tiba tanpa disertai gejala dan tanda-tanda apapun. Bahkan sudden death sangat berbahaya dan terkenal di dunia, sebab jika orang yang terserang oleh sudden death maka seketika orang tersebut langsung meninggal dunia.

“Dari visum yang dilakukan terhadap jenazah korban Kelvin diketahui, jika korban meninggal dunia karena sudden death. Sebab, dari pemeriksaan, kita mendapati beberapa hal diantaranya; korban lemas kehabisan oksigen. Penyebabnya, tergangunya jantung korban hingga membuat penyumbatan pada saluran pernafasan sehingga dengan seketika korban meninggal dunia saat tertidur,” jelas Indra.

Dari hasil pemeriksaan visum, lanjut Indra, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di seluruh tubuh korban. Dari itulah, dirinya menilai jika korban meninggal dunia dikarenakan sudden death. Selain itu, hasil visum juga mengungkap jika korban meninggal dunia 6 jam, setelah jenazah korban ditemukan.

Baca Juga :   Dugaan Mark Up Pengadaan Masker, Kejari Lubuklinggau Periksa Lima Orang Saksi

“Berdasarkan ilmu kedokteran, sudden death kebanyakan menyerang orang yang bekerja berat dan selalu pulang larut malam hingga kurang beristirahat. Bahkan dari keterangan keluarga korban, hal tersebut ditemui disetiap aktivitas korban sehari-hari,” tandas Indra.

Terpisah Kapolsek Sukarami, Kompol Achmad Akbar mengatakan, Senin dini hari (16/1/2017) pukul 01.00 WIB, orang tua korban tiba di Palembang dari Pemalang Jawa Tengah. Ketika itulah, jenazah korban diserahkan pihaknya ke pihak keluarga korban untuk dimakamkan.

“Jadi Senin dini hari, kita telah menyerahkan jenazah korban ke pihak keluarga. Dari hasil rembukan pihak keluarga, korban dimakamkan di Palembang,” kata Kapolsek.

Lebih jauh diungkapkan Kapolsek, dengan telah diketahui hasil visum meninggalnya korban maka penyelidikan kasus tewasnya korban telah dihentikan pihaknya.

“Korban meninggal dunia murni karena sakit. Untuk itu penyelidikan kita hentikan. Sedangkan untuk garis police line yang dipasang di kontrakan korban telah kita buka. Sebab, pemasangan police line tersebut dilakukan hanya untuk mengamankan lokasi kejadian, termasuk barang-barang milik korban yang berada di dalam kontrakan,” tutup Kapolsek.

Diketahui, Windi Kelvin yang akrab disapa Kelvin ditemukan tewas, Minggu (15/1/2017) pukul 07.00 WIB di kontrakannya di Jalan Pengadilan Tinggi Komplek Kelapa Gading Perumahan RT 34 RW 10 Kelurahan Karya Baru Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang.

Baca Juga :   Begal Resahkan Warga Kertapati Ditembak

Korban ditemukan tewas menjelang akad nikah yang akan dilakukan korban pukul 08.00 WIB kemarin, di rumah mempelai perempuan di Palembang.

Jenazah Kelvin pertama kali ditemukan tewas di kamar kontarkannya oleh ayah angkatnya, Normansyahito (50) bersama tetangga dan teman-teman korban yang saat itu datang menjemput korban untuk bersama-sama pergi ke rumah mempelai perempuan.

Normansyahito ayah angkat korban Windi Kelvin mengatakan, jika dirinya sangat kaget saat melihat korban yang sebelumnya sehat , tiba-tiba meninggal dunia.

“Pukul 08.00 WIB anak angkat saya ini mau akad nikah dengan calon isterinya. Setelah akad nikah, acara dilanjutkan dengan sedekah pernikahan di rumah mempelai perempuan. Tapi, saat kami menjemput korban untuk pergi mendampingi akad nikah, sekitar pukul 07.00 WIB korban kami temukan telah meninggal dunia di kamarnya. Padahal sebelumnya, Almarhum ini sehat-sehat saja,” ungkapnya saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang. (ded)





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Mahfud MD: Penurunan Indeks Persepsi Korupsi Jadi Kerisauan Pemerintah

Bantul, KoranSN Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Mahfud MD mengatakan, bahwa …

error: Content is protected !!