Sulawesi Selatan Siapkan KEK Selayar Dukung Program Ekowisata



Penyelam yang tergabung dalam tim Taka Bonerate Islands Expedition (TIE) VII melakukan penyelaman di titik Ibel Orange kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. (foto-antaranews)

Makassar, KoranSN

Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesra Pemprov Sulawesi Selatan, Muhammad Firda mengatakan pihaknya tengah menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Selayar, yang memiliki kawasan Taman Laut Nasional Taka Bonerate.

Hal itu dikemukakan Firda di sela kegiatan Perayaan Capaian Konservasi di Wallacea yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (2/20/2019).

Dia mengatakan, Sulawesi Selatan memiliki potensi ekowisata mulai dari kawasan pegunungan kars yang terbentang di sepanjang Kabupaten Maros hingga Kabupaten Pangkep dan selain itu ada kekayaan flora dan fauna yang tidak dimiliki di tempat lain (endemik), sehingga dapat juga menjadi wisata edukasi.

Baca Juga :   Kualitas Kopi Lahat Tidak Kalah Dengan Kopi Daerah Lain

Sebagai gambaran, lanjut dia, di Sulawesi terdapat 128 jenis burung dan 80 jenis di antaranya merupakan endemik.

Begitu pula jenis kupu-kupu khusus di Sulawesi Selatan, dari sekitar 48 spesies atau jenis, sebanyak 35 jenis di antaranya adalah endemik.

“Dengan KEK itu di Selayar terdapat kawasan ekowisata seluas 400 hektare dan ini yang terus kami promosikan sebagai destinasi wisata ekologi,” katanya.

Hasilnya, kata Firda, sudah ada 40 kapal dari Amerika Serikat (AS) yang singgah di Selayar untuk menikmati keindahan alam dan bawah laut Kabupaten Selayar yang tak kalah dengan Taman Laut Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara) atau Bunaken (Sulawesi Utara).

Baca Juga :   Pemkab Purwakarta Tawarkan Puluhan Destinasi Wisata

Berkaitan dengan hal tersebut, untuk mendukung program ekowisata itu masyarakat juga perlu memberikan dukungan penuh dengan memberikan suasana yang aman dan nyaman.

“Salah satu yang diupayakan dengan mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik dan senantiasa membersihkan objek wisata dari sampah-sampah plastik,” katanya.

Selain itu, juga disosialisasikan penggunaan tumbler (tempat minum) yang lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali (reuse). Hal itu mulai diterapkan di kampus, kantor pemerintahan dan sebagainya. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pemkot Pariaman Upayakan Lanjutkan Pembangunan Masjid Terapung 2022

Pariaman, KoranSN Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat mengupayakan melanjutkan pembangunan masjid terapung pada 2022, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.